Friday, 21 September 2018

Penjual Buku Hong Kong ‘Dipaksa Mengaku’ oleh Cina

Jumat, 17 Juni 2016 — 7:04 WIB
Lam Wing Kee mengatakan dia mendapat naskah untuk dibaca dengan benar.

Lam Wing Kee mengatakan dia mendapat naskah untuk dibaca dengan benar.

HONGĀ  KONG– Salah seorang dari lima penjual buku di Hong Kong yang sempat hilang tahun lalu mengatakan dipaksa membuat pengakuan di TV Cina.

Lam Wing Kee ditangkap di Shenzen, Cina, Oktober tahun lalu dan kemudian tampil di TV Cina Februari 2016 dengan pengakuan telah menyelundupkan buku.

Dia dan empat pria lainnya bekerja di sebuah toko yang menjual buku-buku yang kritis terhadap para pemimpin Cina.

Menurutnya pengakuan mereka berempat diatur dengan naskah tertulis. Satu orang lagi, Gui Minhai, yang memiliki paspor Swedia masih ditahan di Cina daratan.

“Itu sebuah pertunjukan dan saya menerimanya,” jelas Lam dalam konferensi pers, Kamis 16 Juni, seperti dilaporkan harian South China Morning Post.

“Mereka memberi saya naskah. Saya harus mengikutinya. Jika saya tidak mengikuti dengan benar, mereka meminta saya untuk mengulangnya.”

Lam -yang dibebaskan dari tahanan awal pekan ini- menambahkan bahwa perlakuan terhadapnya dan empat rekannya adalah pelanggaran mencolok atas kebijakan Satu Negara Dua Sistem, yang merujuk kehidupan politik di Hong Kong yang berbeda dari Cina daratan.(BBC)