Saturday, 15 December 2018

Di Pasar Petak Sembilan, Kata Djarot Harga Stabil

Sabtu, 18 Juni 2016 — 23:13 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kaos putih) pasar r di kawasan Petak Sembilan, Jakarta, Sabtu (18/6).(toga)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kaos putih) pasar r di kawasan Petak Sembilan, Jakarta, Sabtu (18/6).(toga)

JAKARTA (Pos Kota) – Bulan Ramadhan membawa berkah tersendiri bagi sejumlah orang. Hal ini ditemukan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat saat blusukan ke Pasar Petak Sembilan, Jakarta Barat. Dalam kunjungannya, Djarot mengungkapkan, pedagang puas dengan harga stabil yang membuat pedagang untung di bulan Ramadan.

“Katanya harganya bagus, bahkan lebih murah. Jadi bisa mendapat untung yang bagus juga,” kata Djarot di Jakarta, Sabtu (18/6/2016).

Djarot menerangkan rezeki yang diraup pedagang disebabkan oleh absennya pemain harga saat bulan Ramadhan. Sehingga, pedagng bisa menjual barang dagangannya dengan harga normal. Beberapa contohnya kepiting dihargai Rp100 ribu, kerang Rp25 ribu per kilogram, tahu Rp30 ribu per kilogram san kacang tanah Rp20 ribu per kilogram.

“Harganya masih stabil enggak dimainin kalau dia mainin itu enggak laku.‎ Penjual juga enggak merasa rugi, kalau rugi dia enggak akan kasih,” terang Djarot.

Bagi Djarot, pasar tradisional punya keunikan tersendiri ketimbang pasar modern. Di dalamnya, pembeli bisa menawar mati-matian untuk mendapatkan barangnya. Kemudian, Djarot melanjutkan, barang di pasar tradisional cenderung lebih terjamin kualitasnya.

“Itu tadi barang-barang bagus, disitu saya lihat fresh bukan hanya bagus, harganya murah makanya dia rame terus,” ungkap dia. Karena alasan itu, para pedagang tradisional, lanjur Djarot tak perlu takut tersaingi dengan pasar modern. Dia menilai pasar tradisional punya nilai humanis yang lebih. “Karena masyarakat kita juga masih ada yang fanatik dengan pasar-pasar tradisional bisa tawar menawar, itu kan kepuasan ya,” beber Djarot.(guruh)