Tuesday, 20 November 2018

Suporter Kroasia Rusuh, Rakitic Minta Maaf

Sabtu, 18 Juni 2016 — 17:11 WIB
Ivan Rakitic menghampiri suporter Kroasia ketika dia menjebol gawang Ceko (reuters)

Ivan Rakitic menghampiri suporter Kroasia ketika dia menjebol gawang Ceko (reuters)

PRANCIS – Ivan Rakitic mewakili timnas Kroasia meminta maaf atas kerusuhan suporter yang mencederai laga Kroasia menghadapi Republik Ceko di Saint-Etienne, Sabtu (18/6) dinihari WIB.

Kroasia masih unggul 2-1 saat sejumlah kembang api dilemparkan ke lapangan, memicu perkelahian antar suporter Kroasia. Wasit Mark Clattenburg yang memimpin pertandingan segera menghentikan laga untuk sementara.

Setelah laga dilanjutkan, pemain Kroasia seperti kehilangan konsentrasi dan jelang akhir pertandingan terjadi pelanggaran di kotak penalti. Tomas Necid yang mengambil penalti sukses membuat skor berubah imbang 2-2.

Rakitic yang bermain di klub Barcelona yakin sebagian besar pendukung timnas mengutuk tindakan pelemparan kembang api.

“Kami meminta maaf kepada UEFA dan Republik Ceko, dan seluruh pecinta bola di seluruh dunia yang mengikuti jalannya turnamen ini,” ujar Rakitic. “Kami akan mencoba membangun atmosfer yang lebih baik di laga mendatang. Semoga UEFA bisa memahaminya.”

Rakitic tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap ulah suporter. Di bulan Mei lalu, FIFA telah menjatuhkan hukuman bertanding tanpa suporter kepada Kroasia karena suporter Kroasia meneriakkan yel-yel fasis.

“Di laga kualifikasi berikutnya, kami harus bertanding di stadion yang kosong, dan ini semua karena suporter yang bodoh,” kata Rakitic. Kroasia akan menjamu Turki pada 5 September dan Finlandia pada 9 Oktober di babak kualifikasi Piala Dunia tanpa ditonton suporter di stadion.

Di Piala Eropa 2016, Kroasia akan menghadapi Spanyol pada Rabu (22/6) dinihari WIB dalam perebutan posisi teratas Grup D. (daus)