Tuesday, 14 August 2018

Khawatir Virus Zika dan Teroris, Australia Keluarkan Travel Advisory ke Indonesia

Selasa, 21 Juni 2016 — 12:48 WIB
Nyamuk Aedes aegypti, merupakan penyebar virus Zika. (reuters)

Nyamuk Aedes aegypti, merupakan penyebar virus Zika. (reuters)

AUSTRALIA – Australia mengimbau warganya untuk menunda perjalanan ke Indonesia terkait virus Zika. Travel Advisory yang dikeluarkan tersebut menyebutkan, jika Indonesia menjadi salah satu negara yang sedang mengalami trasmisi virus Zika.

“Kami terus menyarankan para wisatawan untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk. Dikarenakan virus zika dapat menyebabkan penyakit terhadap bayi dalam kandungan, para perempuan hamil disarankan berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter kandungan dan mempertimbangkan penundaan perjalanan ke Indonesia,” isi imbauan tersebut, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Selasa (21/6/2016).

Virus Zika pertama kali ditemukan di Indonesia pada Januari 2016. Seorang pria asal Sumatera berusia 27 tahun, terjangkit virus tersebut tanpa pernah bepergian ke negara endemik zika.

Pada awal Juni, seorang pelaut asal Jawa Timur dilaporkan mengalami gejala demam dan mata merah ketika tiba di Taiwan. Pria berusia 22 tahun itu diyakini terjangkit virus zika.

Ancaman teroris

Selain diminta waspada terhadap virus Zika, pemerintah Australia juga meminta warganya untuk berhati-hati tentang ancaman teroris. “ Ada ancaman tinggi yang sedang berlangsung dari serangan teroris , “ kata travel advisory . “Kami terus menerima informasi yang menunjukkan bahwa teroris mungkin merencanakan serangan di Indonesia . Serangan bisa terjadi di mana saja kapan saja . Tingkatkan kewaspadaan  selama musim liburan,” ujar imbauan tersebut. (embun)