Wednesday, 26 September 2018

NTT Tampilkan Tarian Adat di PRJ

Rabu, 22 Juni 2016 — 9:25 WIB
Kemeriahan PRJ selalu menarik perhatian pengunjung. (Joko)

Kemeriahan PRJ selalu menarik perhatian pengunjung. (Joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Pekan Raya Jakarta 2016 juga diramaikan anjungan pemerintah provinsi, kota maupun kabupaten yang tersebar di Indonesia. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, berbagai daerah juga turut menyemarakkan ajang pameran terbesar ini.

Tak hanya mendirikan stand yang unik-unik, beberapa daerah pun menampilkan kebudayaan khas masing-masing, seperti yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka menampilkan salah satu tarian adat dari tempat asalnya yang akan ditampilkan pada 22 Juni, di area Hall B3 bertepatan dengan perayaan HUT kota Jakarta.

Tarian yang akan ditampilkan bernama Tarian Fua Ton yang merupakan tarian khas Kabupaten Timor Tengah Utara. Tarian ini akan dibawakan oleh sebuah sanggar dari salah satu sekolah di kabupaten tersebut yang bernama Sanggar Leonardo Da Vinci. Menurut ketua sanggar, Romo Leonardus Mahat, tarian ini merupakan tarian yang biasa diisi saat upacara adat yang berkaitan dengan kegiatan pertanian yang dilakukan oleh masyarakat.

“Tarian adat Fua Ton merupakan salah satu ritus adat yang berkaitan dengan kegiatan pertanian masyarakat Suku Dawan di Kabupaten Timor Tengah Utara,” ujarnya.

Tarian ini akan dimainkan oleh 8 orang, dengan 4 pemeran laki-laki dan 4 pemeran perempuan. Para penampil ini akan tampil lengkap dengan menggunakan pakaian adat tradisi masyarakat Suku Dawan. Sementara itu, tarian ini diperkirakan akan dipentaskan selama 20 menit.

“Para anggota sanggar nantinya ada yang berperan sebagai ketua suku, maupun peranan orang-orang tua lainnya akan diperankan,” tambahnya.

Selain itu, dijadwalkan juga Provinsi Kalimantan Utara untuk menampilkan sejumlah tarian adatnya. Rencananya, Kalimantan Utara juga akan menampilkan tarian kolaborasi antara tarian pedalaman dan tarian pesisir.

Melalui adanya stand dan kegiatan seperti ini, setiap daerah bisa mempromosikan berbagai kebudayaan untuk diperkenalkan kepada para pengujung PRJ. Sebaliknya, para pengunjung juga bisa mendapatkan berbagai cenderamata maupun pengetahuan tentang berbagai budaya dari belahan daerah di Indonesia.

(joko/sir)