Thursday, 13 December 2018

Tito Karnavian Ditanya Soal Jokowi

Kamis, 23 Juni 2016 — 13:36 WIB
Kapolri, Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Tito Karnavian. (timyadi)

Kapolri, Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Tito Karnavian. (timyadi)

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi III DPR menyelenggarakan sidang uji kelayakan dan kepatutan calon tunggal Kapolri, Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Tito Karnavian di gedung Nusantara II DPR, Jakarta. Setelah menyampaikan visi-misi, secara bergantian perwakilan masing-masing fraksi memberikan tanggapan dan pertanyaan.

Hingga memasuki waktu istriahat, Bambang Soesatyo, Ketua Komisi III DPR, mencatat 25 pertanyaan dari anggota komisi. Sidang dilanjutkan pukul 14:00 wib dan memasuki agenda jawaban dari Tito Karnavian.

Beragam tanggapan diluncurkan oleh anggota DPR tersebut, terakhir dari Benny K Harman, Fraksi Partai Demokrat, yang menyampaikan respon dan harapan masyarakat agar masalah perdagangan manusia menjadi perhatian, karena kasus tersebut tidak tuntas, meski sudah berganti-ganti Kapolri.

(BacaFit And Proper Test, Tito Diminta Jelaskan Aliran Dana Kasus Labora)

Selain itu, Benny K Harman juga sempat mempertanyakan sikap Tito Karnavian, calon Kapolri, terhadap Presiden Jokowi. Pertanyaan itu langsung dijawab oleh Tito yang intinya adalah bahwa institusi kepolisian tetap mengedepankan penegakan hukum, meskipun Presiden itu  adalah pimpinan tertinggi Polri.

Mendengar jawaban itu, Benny K Harman memberikan apresiasi. Ia berharap ke depan bahwa polisi tidak menjadi alat politik dalam pemilihan presiden (Pilpres).

Sebelumnya, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Abu Bakar Al Habsy memberikan tanggapan pertama. Abu Bakar sempat menggoda Tito sebagai orang yang ceria, tapi memiliki senyum mahal. Walau begitu, katanya, Tito mampu merangkul senior maupun yunior di Polri.

“Yang saya hormati, calon Kapolri yang sangat ceria mulai dari kemarin, senyumnya yang sangat mahal mampu mengantarkan dan membawa dan mengajak semua angkatan di bawahnya dan di atasnya,” kata Abu.

Ia juga mempertanyakan sikap Komjen Tito Karnavian dalam fit and proper test terkait penanganan demo buruh yang dianggap arogan. Pasalnya, serikat buruh dari KSPI telah memberikan petisi kalau Tito adalah orang yang anti-demokrasi. Ini mengingat, dalam demo buruh di depan Istana Negara beberapa waktu lalu telah terjadi tindakan kriminalisasi.

Pertanyaan yang dilontarkan sejumlah anggota Komisi III DPR, beragam termasuk masalah dugaan adanya mafia di tubuh Polri, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), pemberantasan terorisme dan pelanggaran HAM, pemberantasan narkoba dan lainnya.

Kini, sidang uji kelayakan dan kepatuhan Calon Kapolri, Komjen Tito Karnavian, 51 tahun, akan dilanjutkan usai waktu istirahat.

(timyadi/sir)