Friday, 20 September 2019

Dihajar Hujan-Angin, Padi di Indramayu Terancam Gagal Panen

Sabtu, 25 Juni 2016 — 19:56 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

INDRAMAYU (Pos Kota) – Cuaca buruk yang ditandai hujan deras  disertai angin kencang, Sabtu (25/6)  melanda sejumlah desa di Kabupaten Indramayu. Puluhan hektar tanaman padi, seperti di Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, roboh dan terancam gagal panen.

Hujan deras yang melanda wilayah   Kecamatan Krangkeng terjadi  pagi hingga siang dan dampaknya  merobohkan tanaman padi  berusia antara dua bulan hingga mendekati panen.

Varietas tanaman padi yang roboh itu selain Varietas Muncul juga padi ketan, karena memiliki batang padi yang lebih tinggi. Namun untuk Varietas  padi IR ternyata selamat dari hantaman angin kencang,  karena kondisi batang padi IR itu lebih pendek dibanding yang lain.

Tanaman padi yang roboh  terlihat di sepanjang Jalan Raya Krangkeng-Indramayu. Para petani kesulitan menanggulangi tanaman padi yang roboh itu, sehingga para petani lebih memilih membiarkan tanaman padi yang belum menguning itu roboh.

“Satu-satunya harapan Kami dalam  mengatasi padi yang roboh itu adalah munculnya sinar  matahari,  supaya air yang menggenangi tanaman padi yang roboh itu bisa surut dan lama-lama kering. Akhirnya tanaman padi yang roboh itu pun dapat dipanen,” kata Surja, 54 petani di Kecamatan Krangkeng.

Ada upaya lain seperti yang dilakukan para petani di Desa Srengseng saat mengatasi tanaman padi yang roboh itu yakni dengan cara mengikat batang tanaman padi  menggunakan tali rapia. Ikatan batang  tanaman padi itu untuk mencegah agar jangan sampai tanaman padi bercerai berai kemudian tertiup angin kencang menjadi roboh.

“Untuk tanaman padi yang roboh mendekati usia panen, terpaksa dipanen lebih awal. Hal itu untuk menghindari penurunan kualitas gabah yang terendam air,” ungkap Kadirah,  salah seorang petani. (taryani/win)