Sunday, 21 July 2019

Strategi Pemerintah Melawan Tengkulak

Sabtu, 25 Juni 2016 — 6:16 WIB

KENAIKAN harga pangan (sembako) disebabkan sejumlah faktor, di antaranya karena panjangnya mata rantai distribusi barang mulai dari daerah penghasil hingga ke tangan pengecer. Tidak itu saja, kenaikan harga juga dipicu adanya permainan sekelompok orang yang ingin mengeruk untung sebesar mungkin.

Sementara, kenaikan harga ini tidak dinikmati secara langsung oleh para petani, mengingat para tengkulak membeli harga murah, kemudian menjualnya di saat stok mulai menipis dengan harga tinggi.

Ujung – ujungnya petani tetap miskin, sementara yang mengambil keuntungan adalah para pemodal, yang sering disebut sebagai tengkulak atau pengijon.

Itulah sebabnya kita patut mengapresiasi kebijakan pemerintah yang mulai menggiatkan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes).

Dulu, kita mengenal adanya KUD ( Koperasi Unit Desa) yang mampu menangkal permainan para tengkulak. Kehadiran KUD sangat membantu petani mulai dari pengadaan benih, pupuk hingga penjualan hasil panen. Bahkan, dengan ditetapkannya Harga Eceran Tertinggi ( HET) dapat melindungi para petani ( produsen) terhadap kemungkinan terjadinya permainan harga.

Sayangnya dalam perkembangannya, tidak sedikit pengurus yang nakal – dan menyalahgunakan wewenangnya sehingga merugikan petani.

Ini dikandung maksud bahwa sebagus apapun sebuah program akan tergantung kepada pelaksanaannya – pengelolanya.

Begitu juga hadirnya BUMDes sebagai garda terdepan menangkal pengijon/tengkulak , untuk mencegah permainan harga, akan dapat berjalan dengan baik, jika dibarengi dengan pengawalan dan pengawasan ekstra ketat. Artinya pemerintah tidak sebatas mengejar target berdirinya BUMDes di setiap desa, tetapi bagaimana membangun sistem pengawasan atas sepak terjang BUMDes itu sendiri.

Ini dimaksudkan agar BUMDes yang berperan menjaga stabilitas harga pangan, menangkal ijon, dan memperpendek mata rantai distribusi, bukan malah ikut dalam permaian distribusi. Jangan sampai ada oknum BUMDes yang berperan sebagai tengkulak atau BUMDes dikendalikan tengkulak.

Meski begitu kita tetap optimis dengan hadirnya pasar desa yang nantinya akan dikelola BUMDes dapat menjaga stok barang, harga pun dapat terkendali, sepanjang BUMDes itu sendiri dikelola secara baik dan benar. ( *)