Thursday, 15 November 2018

‘Teman’ Bang Jalil

Rabu, 29 Juni 2016 — 7:40 WIB
SENTILAN MASSOES (1)

ISTRI Bang Jalil uring-uringan. Bayangkan saja, istri siapa yang nggak sewot kalau hampir tiap detik dicari wanita. “ Bapak selingkuh ya. Udah punya WIL?” ujar sang istri dengan nada tinggi.

“WIL itu apa Bu?” tanya Bang Jalil.

“Wanita idaman lain!” sengit sang istri.

Bang Jalil sendiri lagi kebingungan, bukan saja telepon rumahnya yang berdering terus, tapi HP-nya juga penuh dengan kiriman WA, SMS dan BBM. Semua mengucapkan’ Kami mendukung Bapak jadi ketua RW!’.

Dan yang bikin sewot sang istri adalah karena yang mengirim dukungan itu semua wanita.

“Pokoknya Bapak harus segera klarifikasi!” kata sang istri lagi, masih dengan nada tinggi.

Selagi masih bingung, HP Bang Jalil berdering. ”Halo Bang. Saya ketua panitia Teman Bang Jalil. Kami siap mendukung Abang jadi ketua RW melalui jalur independent. Kami sudah bergerak mengumpulkan foto copy KTP warga. Jangan kuwatir Bang, pokoknya seratus KTP bisa kita dapat. Tapi, inget loh Bang, biar independent juga harus pakai modal. Sebentar lagi, ibu-ibu pendukung Abang ke rumah! “ kata suara di seberang sana, entah siapa.

Bang Jalil kayak mau pingsan, ketika ada sekitar seratus ibu-ibu datang ke rumahnya.

“Pak, saya sudah kumpulin KTP sama ‘Teman Bang Jalil. Sekarang, mau ngambil sembako!” kata seorang ibu mewakili ibu-ibu yang lain, yang sudah berdesakan di halaman rumah Bang Jalil yang sempit.

Bang Jalil nggak bisa ngomong. Diam seribu basa.

Ya, gimana dia nggak bingung, mau kasih sembako gratis buat seratus ibu-ibu, uang dari mana? Lha, wong istrinya saja barusan pulang, hampir pingsan, seharian ngantre sembako murah di kelurahan! -massoes