Thursday, 21 June 2018

Bawa Uang Suap Ribuan Dolar Naik Ojek, Panitera ini Ditangkap KPK

Jumat, 1 Juli 2016 — 17:42 WIB
kpk6

JAKARTA (Pos Kota) –Saat ditangkap aparat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Muhammad Santoso (SAN) sedang naik ojek melintas di kawasan Matraman, Jakarta Pusat. Dia baru saja menerima uang suap dari Ahmad Yani, staf pengacara Raoul Adhitya Wiranatakusumah (RAW).

“KPK menemukan barang bukti berupa uang pecahan dolar Singapura (SGD) yang dibawa SAN, 28 ribu dolar Singapura (Rp 272 juta). Uang itu dibagia dalam dua amplop masingmasing 25 ribu dolar Singapura dan 3 ribu dolar Singapura,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, di Gedung KPK, Jumat (1/7).

Diduga uang tersebut terkait putusan kasus perdata antara PT Kapuas Tunggal Persada (PT KTP) melawan PT Mitra Maju Sukses (PT MMS) di PN Jakpus. Perkara itu sudah diputus pada 30 Juni 2016.

“Tujuan pemberian suap itu adalah agar PT KTP yang diigugat PT MNS menang. Raoul merupakan pengacara dari PT KTP,” tambah Basaria.

Belum diketahui uang itu akan diberikan kepada siapa saja. Karena logikanya tidak mungkin panitera pengganti itu bisa memenangkan perkara itu tanpa keterlibatan pihak lain. KPK masih akan menelusuri kasus ini untuk mengetahui aliran uang yang dibawa SAN tersebut.

Atas perbuatannya, Santoso disangka melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang nomor 30 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Sementara, Raoul dan Ahmad disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-undang nomor 30 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.(rihadin/us)