Thursday, 15 November 2018

Bagi Petani, Kulit Ketupat adalah Baju Baru 4 Anaknya

Senin, 4 Juli 2016 — 12:18 WIB
Petani menunjukkan kulit ketupat yang baru selesai dirangkai dan siap dijualnya. (angga)

Petani menunjukkan kulit ketupat yang baru selesai dirangkai dan siap dijualnya. (angga)

DEPOK (Pos Kota) – Mulai hari ini, Senin (4/7/2016), sampai besok, Petani meninggalkan aneka buah-buahan. Ia memenuhi keranjang dagangannya dengan aneka ketupat.

Lelaki 62 tahun ini membawa dagangannya di Pasar Depok Lama Jalan Dewi Sartika, Kota Depok. Tak hanya kulit ketupat, janur yang belum dijalin menjadi kulit ketupat pun dijualnya.

“Sudah dua tahun, setiap dekat Lebaran, saya pasti jualan kulit ketupat,” ungkapnya sambil terus merangkai janur menjadi kuilt ketupat. “Lumayan, sehari bisa untung Rp150 ribu, bisa buat lebaran. Kalau jual pepaya sama pisang kan sehari cuma untung Rp50 ribu.”

Bapak empat anak ini membeli 10 kg janur dengan harga Rp150 ribu. Selanjutnya, ia merangkai janur-janur itu menjadi 800 kulit ketupat. “Saya jual Rp5.000 untuk setiap 10 ketupat,” katanya.

Kepiawaiannya merangkai janur menjadi kulit ketupat didapat dari kerabat yang memang berjualan janur. Sejak itu, ia selalu menjual kulit ketupat setiap kali mendekati Idul Fitri dan Idul Adha. Janur itu pun dibelinya dari kerabatnya.

“Alhamdulillah, keuntungan menjual kulit ketupat bisa dipakai buat lebaran. Anak-anak juga bisa dibelikan baju baru,” ucapnya senang. (angga/yp)