Friday, 20 September 2019

Bus AKAP Tidak Laik Jalan Tetap Operasi, Menhub Omdo

Senin, 4 Juli 2016 — 8:03 WIB
Ignatius Jonan (ist)

Ignatius Jonan (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Ancaman Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang melarang bus AKAP yang tidak laik jalan untuk mengangkut calon pemudik hanya sebatas gertakan atau omong doang (omdo) sebab pada pelaksanaan banyak bus antar kota antar provinsi ini tetap beroperasi pada mengangkut penumpang disaat musim angkutan Lebaran ini.

Sebagaimana dikemukakan Sekjen Kemenhub Sugiharjo 50 persen dari 14 ribu bus AKAP tidak lolos uji kelaikan jalan dengan berbagai macam kekurangannya dan tidak boleh beroperasi mengangkut pemudik. Sedangkan bagi yang laik jalan kendaraannya dipasang stiker di kaca mobilnya.

Akibat pengawasan petugas Kemenhub di lapangan tidak efektif meskipun tidak berstiker lulus uji kelaikan kendaraan banyak bus AKAP berseliweran di jalan jalur pemudik pada arus mudik ini.

Selain itu banyak pengemudi bus menghindari masuk terminal untuk menghindari diperiksa petugas.

Pengamat Transportasi Djoko Setjiowarno menyayangkan tidak komitmennya Kementerian Perhubungan dalam pengawasan kendaraan angkutan umum khususnya bus AKAP yang tidak laik jalan.

Menurutnya, ramp check atau uji petik terhadap bus-bus AKAP yang akan digunakan untuk angkutan Lebaran yang dilakukan Kementerian Perhubungan sudah bagus. Namun pengawasan di lapangannya yang masih kurang dan tidak efektif.

Djoko berpendapat untuk kondisi sekarang ini memang sulit dicegah bus AKAP yang tidak laik jalan tetap beropersi sebab berkurangnya jumlah petugas di lapangan atau adanya pegawai yang memanfaatkan libur Lebaran kendati Menhub Jonan dengan tegas melarang pegawainya libur selama Idul Fitri.

“Karena keterbatasan SDM jadinya sukit mengawasi dan menertibkan kendaraan-kendaraan yang tidak layak jalan tetap beroperasi, ini dapat dipantau bagi kendaraan yang telah lulus uji petik ditandai dengan stiker tanda lulus uji dari Kementerian Perhubungan ditempel di kendaraan.

Dikatajan Djoko sistem pengawasan sekarang masih kurang misalnya dilakukan kebijakan uji petik kelaikan kendaraan, tetapi tindak lanjutnya setelah itu kurang dipikirkan dan tidam dikoordinasikan dengan matang sehingga masih banyak bus-bus AKAP yang tidak berstiker lolos uji petik tetap beroperasi.

Untuk itu tahun depan pelaksanaan angkutan lebaran jika ingin lebih baik maka sistemnya harus diperbaiki terlebih dahulu dan penguatan SDM serta perbaikan infrastruktur terminal-terminal penumpang yang digunakan untuk angkutan mudik lebaran seperti yang tertera dalam SPM (standar pelayanan minimum) terminal yang bisa digunakan sebagai pedoman.
(dwi/sir)