Tuesday, 20 August 2019

Suami Cuekin Istri Muda Istri Tua yang Jadi Tiban

Jumat, 8 Juli 2016 — 6:58 WIB
tusuk

OALAH Kir, Jumakir….! Kalau tidak mampu poligami, jangan paksakan diri. Akibatnya, istri muda dan istri tua selalu saling cemburu. Yang kasihan istri tua, Ny. Masri’ah, 38. Gara-gara dianggap memonopoli cinta suami, perutnya ditusuk istri muda, Darmi, 41. Untung saja tidak sampai mengorbankan nyawa seseorang.

Jika mau bicara jujur, orang berani poligami kebanyakan karena ingin memanjakan nafsu syahwatnya. Bosan dengan istri tua yang pelayanannya model “sayur lodeh” melulu, sekali-kali ingin yang gudeg atau opor ayam. Celakanya, tak selamanya yang nafsy gede, gede pula rejekinya. Akibatnya, gara-gara memanjakan “si entong” terkuraslah isi kantong. Biasanya di sini mulai terjadi keributan, istri muda dan tua berperang karena pembagian materil dan onderdil yang tidak adil.

Yang dialami Jumakir (41) dari Bangkal Belitung, seperti itu. Dia pusing karena dilibas problem poligami. Tambah bingung lagi, istri muda justru lebih tua dari istri tua. Dan ternyata, Jumakir hanya bisa bikin masalah, tapi tak mampu menyelesaikan masalah. Akibatnya istri muda dan istri tua cakar-cakaran hingga berbuat kriminal.

Sekitar tiga tahun lalu Jumakir tergoda adanya WIL. Biar jauh lebih tua, tapi janda Darmi nampaknya lebih menjanjikan. Bodinya sekel nan cemekel. Karenanya sekali melihat Darmi, ukuran celananya mendadak berubah. Ibara makanan, dia ingin sekali menikmati nasi pulen seperti beras Cianjur istana itu.

Biasalah, lelaki jika sedang kasmaran gayanya presis kayak politisi menjelang Pemilu, banyak obral janji. Bedanya adalah, politisi dicoblos dulu baru memenuhi janji. Jika lelaki kasmaran, penuhi janji dulu baru perempuannya mau dicoblos. Dan Jumakir, agar Darmi siap dicoblos, dia tentu saja memberikan ini itu sebagai pemikat.

Singkat cerita, Darmi sudah berhasil dinikahi dan dicoblos berulang kali. Tapi seperti kebanyakan orang poligami, enaknya hanya di depan saja. Belakangan tidak nikmat lagi, yang ada hanyalah masalah silih berganti. Sebab Jumakir sebagai praktisi poligami, ternyata tidak didukung oleh keuangan yang memadai. Onderdil dan materil tidak berbanding lurus.

Sejak istri muda banyak tuntutan, dia jarang tinggal di istri muda, dan justru banyak tinggal di istri tua. Lama-lama Darmi merasa bahwa mulai diacuhkan suami. Beberapa hari lalu dia nekat mendatangi rumah istri tua di Koba, Bangka Tengah, Babel. Dia marah-marah pada suaminya. Ny. Masriah selaku istri tua dan tuan rumah, mencoba mengingatkan tamu yang tidak santun itu. “Biar kamu bukan Cagub DKI, tapi harus santun di rumah orang,” tegur bini tua itu.

Ributlah istri muda dan istri tua. Bagaimana Jumakir bersikap? Dia tidak hanya menasihati dengan kata-kata, tapi juga mengamang-amangkan golok. Istri muda makin tersulut emosinya. Melihat ada pisau nganggur langsung disambar dan ditusukkan ke perut bini tua hingga usus keluar. Untung warga bertindak cepat, Masri’ah dilarikan ke rumahsakit, sementara Darmi menyerahkan diri ke polisi.

Istri tua masuk rumahsakit, istri muda ditahan. Jumakir nganggur total. (JPNN/Gunarso TS)