Sunday, 23 September 2018

Menteri PUPR Klaim Kemacetan Arus Balik Tidak Separah Arus Mudik

Minggu, 10 Juli 2016 — 15:06 WIB
Antrian panjang pemudik arus balik di KM 78 hingga 52 B Jakarta Tol Jakarta-Cikampek. (Saban)

Antrian panjang pemudik arus balik di KM 78 hingga 52 B Jakarta Tol Jakarta-Cikampek. (Saban)

JAKARTA (Pos Kota)-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono menyatakan, pada arus balik Lebaran tidak ada kemacetan yang parah seperti saat mudik. Karena arus balik sangat berbeda dengan arus mudik di mana pada arus mudik kendaraan dari jalan tol dengan daya tampung yang lebih besar masuk ke jalan nasional yang daya tampungnya lebih kecil.

“Sedangkan untuk arus balik yang terjadi sebaliknya yakni kendaraan dari jalan nasional yang memiliki daya tamping lebih kecil masuk ke jalan tol yang daya tampungnya lebih besar,” katanya seusai meninjau kondisi arus balik di Jalan Tol Jaarta-Cikampek, Minggu.

Bahkan Basuki mengatakan pihaknya meminta kepada PT Jasa Marga agar menggratiskan jalan tol jika sampai pada arus balik kemacetan di Gerbang Tol Cikarang Utama mencapai 5 Km. Meski digratiskan pengguna tetap menyerahkan kartu di gerbang tol.

“Kalau sampai 5 kilometer stuck maka pengendara kita bebaskan dari membayar tol. Saya monitor terus. Namun kalau masih jalan pelan itu wajar kecuali sudah stuck,” ujar Basuki. Kondisi antrian di GT Cikarang Utama sendiri pada Sabtu sendiri berkisar 300 meter.

Disamping itu juga dilakukan beberapa langkah lain dalam mengurai kepadatan, khususnya di Tol Jakarta Cikampek seperti Contraflow, jemput transaksi, pengalihan arus dan penambahan gardu tol. Untuk kelancaran dan kenyamanan transportasi semua harus bekerjasama, baik itu Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan dan Kepolisian

Menurutnya kelancaran arus mudik dan balik dipengaruhi oleh 3 hal utama yakni, penyediaan prasarananya, rekayasa lalin, serta perilaku pengemudinya. Terkait tempat istirahat di tol yang selalu penuh sesak di arus mudik dan arus balik hingga menjadi salah satu penyebab kemacetan, Basuki mengatakan hal itu sulit dihindari.

“Ini sulit dihindari karena ada 1,6 juta mobil yang meninggalkan Jabodetabek ke wilayah Jawa. Di rest area sendiri misalnya sudah ada 100 toilet, tapi pasti tidak akan cukup,” kata Basuki. (faisal)