Sunday, 15 September 2019

Alumni SMAN 2 Klaten Angkatan 79 Reunian, ‘Seru, dan Indahnya…Masa Lalu…’

Senin, 11 Juli 2016 — 14:51 WIB
Sebagian peserta reuni, panitia, dan guru foto bersama. (ist)

Sebagian peserta reuni, panitia, dan guru foto bersama. (ist)

SELAMA 37 tahun tidak bertemu tentu saja banyak yang sudah berubah. Dari yang langsing menjadi melar. Dari yang rambut hitam menjadi memutih. Wajahnya pun juga berubah, bahkan banyak yang sudah punya cucu.

Acara reunian yang digelar alumni SMAN 2 Klaten Angkatan 79 bersamaan mudik Lebaran pun menjadi seru, dan penuh makna.

Untung, sebelumnya sudah saling berkomunikasi melalui WhatsApp, saling menampilkan foto terkini, sehingga memori 37 tahun yang lalu pelan-pelan terurai. Kalau tidak, bukan tidak mungkin saling bertanya, “ Kamu Siapa. Dulu kecil kok sekarang tinggi. Haaah, ini kamu?”

Reuni dihadiri beberapa guru yang meskipun usianya sudah sepuh, tapi masih cukup sehat ini, berlangsung di rumah Lingganingsih, yang juga putra mantan Kepala SMAN 2 Klaten, almarhum Suparno Pringgo Widagdo, di Tonggalan, Klaten, Minggu (10/7).

Sebelum acara reunian, menjelang Lebaran lalu, menurut ketua panitia reuni, Partana Boedirahardja, seksi sosial berkunjung ke rumah guru untuk memberikan bingkisan Lebaran, masing-masing senilai Rp500 ribu.

Reuni tersebut, kata Partana, embrionya adalah pertemuan pada lebaran tahun lalu dengan 13 teman di Tjokro Hotel Klaten. “Saya minta Mas Saleh mengkordinir. Tapi, karena kesibukannya sehingga tidak jalan. Kebetulan ada yang aktif dan juga admin WA, maka kordinasi diserahkan ke Mbak Tunjung. Itupun juga dengan Mardiyanto, Lingga, Anik, Kus dll,” tuturnya.

Untuk pertemuan ke depan, Partana berharap lebih bermakna dan jika ada dana, “Kita gelar bhakti sosial lebih luas kepada masyarakat yang membutuhkan, misalnya kepada korban bencana.”

ABG TUA

Banyak celoteh dari peserta reuni. Di antaranya: “Mbak Kun, kita berangkat ke reunian berenam tadi, kayak mau berangkat sekolah aja. Hehehe, asyiknya masa sekolah,” ujar Siti Mubasiroh.

“Apa Jeng Cinta juga merasakan hal sama kok kasih jempol,” kata Kuntawati melalui WA.

We, lha piye to (Bagaimana to). Podo (sama) yooo…mbak,” balas Cintawati.

“Pengen kembali ke SMA, tapi umurnya gak mau,” kata Christiani. “ABG Tua, Mbak,” timpal Sri Lestari.

“Banyak kenangan yang tiba-tiba muncul. Aku tadi tertawa dan juga mewek (nangis). Masa manisku, kisah cintaku terkemas indah di almamaterku,” kata Cinta lagi.

(si)