Saturday, 22 September 2018

Mangkal di Trotoar, Ojek Online Dinilai Mengganggu

Senin, 11 Juli 2016 — 16:10 WIB
ojek

DEPOK (Pos Kota) – Di Jalan Raya Margonda, Depok cukup mudah ditemui ‘pangkalan’ ojek online dadakan. Meskipun sebenarnya mereka tidak ‘mangkal’ seperti ojek pangkalan, keberadaan mereka yang sedang menunggu untuk nge’bid’ calon penumpang melalui telepon genggam malah memakan lapak pejalan kaki. Tentunya hal tersebut meresahkan sebagian pihak, seperti pejalan kaki.

Farid, pejalan kaki, mengaku risih dengan tongkrongan ojek online tersebut. “Kadang ya malesin juga sih kalo tempat pejalan kaki malah dipake buat nongkrong ojek online, kalo jalan jadi mesti minggir-minggir buat ngelewatin tongkrongannya. Gak nyamanlah”

Biasanya pengemudi ojek online terlihat berkerumun atau berjajar dalam kelompoknya mengisi parkiran trotoar di pinggir jalan atau nongkrong di depan toko-toko yang sedang tutup.

Namun, terkadang mereka juga mengisi ‘lapak’ di tempat larangan pedagang kaki lima berjualan. Hal tersebut tentunya melahirkan pertanyaan bagi sebagaian pedagang kaki lima yang merasa tidak diperlakukan secara adil.

Luki, ng pedagang kaki lima, merasa petugas tidak adil akan hal tersebut. “Masa yang ditegur petugas kita-kita doang sih? Itu ojek online pada nongkrong di tempat yang ada larangan pedagang kaki lima di larang berjualan malah dibiarin?” ketusnya.

Tingkah laku pengemudi ojek online tersebut apabila parkir di bahu jalan secara ramai-ramai sudah tergolong melanggar UU No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. (M2)