Friday, 17 November 2017

Laporan Bayi Kembar Hilang, Belum Ada Titik Terang

Selasa, 12 Juli 2016 — 19:27 WIB
RS Harapan Jayakarta (ist)

RS Harapan Jayakarta (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Sudah hampir satu bulan kasus dugaan hilangnya bayi kembar yang baru dilahirkan di RS Harapan Jayakarta, belum ada titik terang. Pihak kepolisian mengaku telah memeriksa 12 saksi, tapi belum terlihat tanda-tanda adanya pihak bersalah.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan ke sejumlah saksi. Mulai dari korban hingga pihak RS Harapan Jayakarta sudah diperiksa. “Kami juga sudah memeriksa pihak RSUD Budhi Asih dan Puskesmas Pasar Minggu yang mengeluarkan USG,” katanya, Selasa (12/7).

Menurut Sapta, setelah melakukan pemeriksaan ke semua saksi, pihaknya tinggal menunggu keterangan saksi ahli. Setelah itu, Polres Jakarta Timur baru akan melakukan gelar perkara secara internal. “Nanti kalau semua sudah dilakukan, baru bisa disimpulkan apakah ada indikasi pelanggaran pidana atau tidak dalam kasus ini,” ujar Sapta. Sejauh ini, pihaknya tidak menemui kendala dalam penyelidikan kasus hilangnya bayi milik Raudiah Elva Ningsih, 37. (Baca: RS Harapan Jayakarta Bantah Hilangkan Bayi Pasien)

Polisi juga berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut sampai ditemukan kebenarannya. “Kita maju terus pantang mundur. Tentu nanti kita akan simpulkan ada atau tidak pelanggaran pidananya,” ujar Sapta.

Sebelumnya diberitakan, seorang ibu mendatangi kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Rabu (15/6) lalu. Raudiah mengaku anak yang dilahirkannya hanya seorang padahal bukti hasil pemeriksaan USG dari Puskesmas Jatipadang, Pasar Minggu, USG RSUD Budhi Asih menyatakan bahwa ia hamil kembar.

Ketua Dewan Pengawas RS Harapan Jayakarta, dr. Hermawan Saputra mengatakan, rumah sakit tidak pernah mendiagnosis kalau Raudiah merupakan pasien dengan hamil kembar. “Kami mengatakan tidak ada penegakan diagnosa gemeli (hamil kembar),” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Dr. Hermawan juga mengaku, pihaknya tidak bertanggung jawab dengan diagnosis USG kehamilan kembar Raudiah dari rumah sakit lain. Hermawan menyatakan, USG bukan alat hukum yang bisa dipercaya 100 persen. (Ifand/us)