Thursday, 27 April 2017

Melawan, Pencuri Kabel Tembaga PT Indah Kiat Ditembak

Selasa, 12 Juli 2016 — 16:53 WIB
AKP Arrizal Samelino Kasat Reskrim didampingi Kanit Ident Iptu Sukarjo (kiri) dan Kanit Pidum Ipda Shilton menunjukan barang bukti gergaji besi yang digunakan memotong kabel tembaga milik PT Indah Kiat (haryono)

AKP Arrizal Samelino Kasat Reskrim didampingi Kanit Ident Iptu Sukarjo (kiri) dan Kanit Pidum Ipda Shilton menunjukan barang bukti gergaji besi yang digunakan memotong kabel tembaga milik PT Indah Kiat (haryono)

SERANG (Pos Kota) – Tah alias Lalang, 25, residivis kasus curanmor ditembak petugas Satuan Reskrim Polres Serang karena melakukan perlawanan, setelah  ditangkap di rumahnya, kali ini dalam kasus pencurian kabel.

Mantan warga binaan Rutan Serang ini disergap di rumahnya di Desa/Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang terkait kasus pencurian kabel tembaga di gudang pabrik kertas PT Indah Kiat di Kec. Kragilan.

Bersama dengan tersangka Lalang, petugas reskrim juga meringkus empat tersangka lainnya yaitu Her, 22, Mar, 25, Pin, 20, dan Aan, 20, keempatnya warga Kampung  Rangkas Baru, Desa Tegal Maja, Kecamatan Kragilan, Kabupaten  Serang. Dari kelima tersangka diamankan barang bukti gergaji besi, cutter, handphone, jaket, uang Rp700 ribu serta 1 kwintal tembaga.

Kepala Satuan Reskrim Polres Serang, AKP Arrizal Samelino mengatakan terungkapnya kasus pencurian tembaga ini bermula dari laporan menejemen PT Indah Kiat pada 27 Juni lalu.

Berbekal dari laporan itu, kata Kasat, setelah pemeriksaan saksi-saksi, tim reskrim Unit Pidana Umum yang dipimpin Ipda Shilton, langsung bergerak memburu para tersangka.

“Yang pertama kali kita tangkap yaitu tersangka Her di rumahnya pada Sabtu (10/7) sekitar pukul 21.00 WIB. Dari pengakuan Her, empat pelaku lainnya berhasil kita ringkus,” kata Kasat dalam ekspose yang digelar di gedung Satuan Reskrim, Selasa (12/7).

Dikatakan Kasat, pihaknya melakukan tindakan keras terhadap tersangka Lalang. Residivis kasus pencurian motor dan penganiayaan berat yang juga inisiator pencurian kabel tembaga ini terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melakukan perlawanan saat disergap di rumahnya. Tersangka tersungkur setelah timah panas mengenai betis kanannya.

“Tersangka Lalang terpaksa kita ambil tindakan keras karena tak menggubris tembakan peringatan,” tegas Kasat didampingi Kanit Pidum Ipda Shilton dan Kanit Identifikasi, Iptu Sukarjo.

Sementara itu, Tersangka Her mengakui jika dirinya terpaksa melakukan pencurian karena ajakan Lalang. Bersama dengan rekan-rekannya, Her mengaku masuk gudang melalui lubang talang air. Untuk naik ke talang air, tersangka memanjat dengan memanfaatkan tiang besi yang ada di sekitar gudang.

“Saya baru mendapatkan Rp150 ribu dan uangnya habis saya belikan jaket dan kebutuhan sehari,” aku Her dengan nada menyesal. (haryono/win)