Saturday, 24 August 2019

Calvin Masukkan Jimat Farah Dalam Boks Mayat

Rabu, 13 Juli 2016 — 21:27 WIB
Boks kontener plastik tempat mayat wanita ditemukan di kolong Tol Pluit, Jakarta Utara

Boks kontener plastik tempat mayat wanita ditemukan di kolong Tol Pluit, Jakarta Utara

PENJARINGAN (Pos Kota) -Pelaku pembunuh mayat wanita dalam box plastik besar, Calvin Soepargo, 52 tampak tenang saat diperiksa tim penyidik Polsek Metro Penjaringan, Rabu (13/7). Ia mengaku yakin bakal ditangkap pihak kepolisian. “Perasaan ya, akan ditangkap polisi karena sejak membuang dia (mayat) perasaan tidak tenang,” katanya.

Ayah dua anak ini, memberikan mengakui semua perbuatannya saat diperiksa penyidik didampingi pengacaranya. “Saya menyesal, Pak. Saya lakukan itu spontan memukul kepalanya dari belakang pakai kayu,” kata Calvin.

Calvin, mengaku memukul korban saat sedang nonton TV menggunakan kayu bertuliskan panjang setengah meter yang diambil dari dalam lemari. “Saya pukul sekali, kemudian dia jatuh, tapi masih bergerak saya pukul lagi dua kali kepalanya,” ujarnya.
Melihat korban tewas berlumuran darah, tersangka langsung panik dan sempat bingung dengan mayat tersebut. “Saya cari bungkusan yang bisa membungkusnya biar gak kelihatan. Ternyata box plastik besar itu muat,” ingatnya.

Agar tidak dicurigai ia lalu menutupi tubuh korban dengan kain corak kotak-kotak lalu ditutup dan dilakban kemudian box plastik dibalut kantong plastik hitam lalu diikat tali rapia biru. “Saya kecewa mau berhubungan lagi dia tidak mau, malah ngatain saya cepat keluar,” ucapnya.

Usai menghabisi nyawa korban tersangka sempat membuka tas korban dan menemukan uang Rp 25 ribu ditutupi selembar kertas bertuliskan huruf Arab dan latin bertuliskan Mayang Farah.

“Saya liat ada tulisan Arab, saya masukkan ke dalam box plastik. Tapi gak liat ada tulisan namanya, saya kira itu tulisan seperti jimat,” ingatnya.

Dikatakan, ia mengenal korban dari rekannya saat di tempat hiburan malam kawasan Kota, Jakarta Barat. Dari perkenalan itu korban kemudian mau diajak cek in ke apertemen Mediterania Marina Tower B, Lt, 27, BJ, Ancol miliknya dengan tarif Rp4 juta.

“Saya sempat bermalam dan uang Rp 5 juta saya kasi dari awal. Saya baru kenal dan jalan sama dia baru sekali,” ujar pria berkaca mata ini.

Tersangka mengaku, sehari-harinya tinggal di Jalan Karang Bolong VII, No 15, Pademangan, sementara apertemen tempat pembunuhan digunakan untuk tempat berkencan dan menginap sanak saudaranya jika ke Jakarta. (ilham/us)