Wednesday, 19 September 2018

Jadi Kodok Kalung Kupat Nafsu Istri Terlalu Kuat

Rabu, 13 Juli 2016 — 6:16 WIB
lemes

MENYESAL Karmoi, 36, mau jadi suami Sutiarni, 45. Meski cantik dan menggairahkan, tapi nafsu syahwatnya nggak ketulungan. Masak tiap 30 menit minta dilayani. Meski mencoba ditahan-tahankan, akhirnya memilih cerai saja. Memangnya orang tak boleh istirahat, tiap hari begituan? Jadi kodok kalung kupat, awak boyok sing gak kuwat.

Setiap lelaki selalu mendambakan istri yang cantik dan seksi, sehingga tak jemu-jemu mata memandang sekaligus menggoyang di ranjang. Tapi itu sesungguhnya sekedar “semangat” di awalnya saja.

Sebab setelah menjadi suami istri, tadinya yang nampak istimewa menjadi
biasa. Yang tadinya menggairahkan, lama-lama jadi menjemukan. Coba bayangkan, ketika suami sudah menjadi jenuh tapi istri selalu “menuntut”, apakah tidak menjengkelkan?

Lelaki mujur-mujur hancur itu di antaranya Karmoi, warga Blauran, Surabaya. Awalnya dia sangat tertarik pada Sutiarni yang cantik, sekel nan cemekel. Sayangnya, dia sudah menjadi istri orang. Namun ternyata, di kala rasa keterarikannya disimpan dalam- dalam, eh…..ternyata justru Sutiarni yang menawarinya untuk menjadi PIL. Langsung saja mau.

Gila nggak, baru hari itu menggelar deklarasi, malamnya mengajak “eksekusi”. Tentu saja Karmoi semrintil.

Sejak itu Karmoi sering diminta menuntaskan nafsu Sutiarni, karena katanya di rumah tidak memperoleh kepuasan. Klimaksnya, perempuan itu bercerai dari suami dan kemudian nikah dengan Karmoi yang lebih muda. Jadi suami Sutiarni memang enak.

Dia punya bisnis kontrakan rumah, sehingga tugas pokok Karmoi selaku suami hanya memuaskan nafsunya di ranjang. “Nggak usah kerja Mas, yang penting sampeyan rajin minum madu dan gingseng.” Kata istrinya.

Tapi jadi istri Sutiarni lama-lama gempor juga. Masak, sudah bukan lagi pengantin baru setiap hari minta dengan jeda 30 menit sekali. Siapa yang nyanggup? Ternyata suami-suami sebelumya minta cerai juga karena tak sanggup menandingi hasrat istrinya.

Di sinilah baru tahu bahwa dia merupakan suami yang ke-7. Sial amat. Jokowi jadi presiden RI ke-7 enak, karena jadi orang nomer satu se Indonesia. Jadi suami ke-7 apa enaknya? Lama-lama dengkul bisa keropos.

Ketika badan sudah capek dan ngantuk, Karmoi sering menolak permintaan istri yang tak pernah ada habisnya itu. Tapi ancamannya maut juga. Kalau tak mau, biarin nanti ditinggal selingkuh. Sekali dua kali takut juga, tapi akhirnya Karmoi tak peduli. Bahkan beberapa hari lalu dia menggugat cerai ke Pengadilan Agama. “Kadok kalung kupat Mas, awak boyok jing gak kuat.” Kata Karmoi kepada majelis hakim.

Pinggang rasanya mau putus ya Mas? (JPNN/Gunarso TS)