Saturday, 17 November 2018

Mayat Wanita di Tupper-ware Diduga Karyawati Bank

Rabu, 13 Juli 2016 — 5:16 WIB
Dari secari kertas inilah diketahui identitas wanita yang ditemukan tewas di  tupper-ware

Dari secari kertas inilah diketahui identitas wanita yang ditemukan tewas di tupper-ware

PENJARINGAN (Pos Kota) – Identitas mayat wanita dalam boks plastik atau tupper-ware di kolong tol, Jalan Exit Pintu Tol Kamal RT 04/03, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, sudah teridentifikasi dari e-KTP.

Mayat tersebut diduga berinisial FRN, 24 merupakan karyawan swasta. Namun polisi belum bisa memastikan lantaran jasad korban sudah membekak membusuk saat ditemukan.

(BACA : Mayat Wanita di Tupper-ware Sudah Rusak)

“Sementara masih kami dalami korban informasinya karyawan bank swasta. Kami akan klarifikasi dengan keluarga korban (di daerah Tangerang). Keluarga korban masih belum bisa memastikan karena wajahnya suli dikenali,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, Selasa (12/7).

Polisi melacak identitas korban dari tulisan Arab dan latin yang ditulis pelaku di selembar kertas berwarna putih. Dalam coretan itu tertera nama Mayang Farah. Nama tersebut diduga kuat identik dengan seorang wanita yang dilaporkan keluarganya yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

Dari tulisan di selembar kertas tersebut pelaku diduga sengaja memberikan teka-teki kepada aparat kepolisian tentang identitas mayat tersebut, meski sebagian besar tulisan sulit diterjemahkan.

Mayat wanita dalam boks plastik tersebut ditemukan dua satpam saat patroli mencium bau busuk dibawah kolong tol di Jalan Exit Pintu Tol Kamal RT 04/03, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (12/7).

Setelah dicari sumber bau, tak sengaja saksi melihat box plastik di kubangan air. Saksi lalu menarik kepinggir dan karena penasaran box plastik tersebut ditemukan mayat wanita yang sudah membusuk. Saat ditemukan posisi mayat meringkuk miring.

Ditutupi kain sarung lalu dibungkus menggunakan plastik hitam kemudian dilakban dan diikat tali rapia. (ilham)

  • endun

    Jakarta, kota yang sangat mengerikan bagi wanita, dan hukum yang tumpul bagi para pembunuh pemerkosa. Bagi keluarga korban, hutang nyawa harus dibayar nyawa, hutang penderitaan harus dibayar penderitaan, buru pelaku, siksa sesadis mungkin, baru dibunuh.

  • SANDRO TORANG, S.S.T., Ak.

    Sadis…semoga pelaku dihukum dengan adil..

  • kolor item

    karena sebagian orang malah mendukung perbuatan kejam atas nama agama, begini hasilnya jatuh banyak korban kegilaan orang atas agama