Tuesday, 20 August 2019

Wanita Dalam Boks Plastik Mengaku Disekap di Apartemen

Rabu, 13 Juli 2016 — 19:16 WIB
Tersangka Calvin mengenakan kupluk dikawal ketat polisi. (ilham)

Tersangka Calvin mengenakan kupluk dikawal ketat polisi. (ilham)

TANGERANG (Pos Kota)- Yasi Maulana dan Ny. Hikmah Hamzah orangtua Farah Nikmah Ridhallah berharap pembunuh putrinya itu dihukum dengan setimpal. Yasi Maulana tidak yakin putrinya berbuat yang tidak-tidak.

Bahkan Maulana mengira Farah yang ditemukan tewas di boks plastik dan dibuang di kolong Tol Pluit adalah korban penyekapan tersangka Calvin.
(BACA : Farah, Wanita Dalam Boks Plastik Tulang Punggung Keluarga)

Pasalnya sebelum ditemukan tak bernyawa, Farah sempat menghubungi temannya. Kepada temannya, karyawati swasta itu mengaku disekap di apartemen milik Calvin, pria yang belum lama dikenalannya. Farah juga sempat mengirim foto Calvin kepada temannya tersebut.

“Jadi dia sempat menghubungi temannya kalau dia disekap di apartemen pelaku, dia minta tolong dan mengirim foto pelaku lewat HP nya,” kata Panca.

Informasi itu kemudian diteruskan ke keluarga korban. Namun saat HP nya dihubungi sudah tidak aktif lagi. Pada hari Selasa (12/7/2016) keluarga Farah kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Ciledug. “Pada malam harinya keluarga mendapat kabar dari Polda ada korban dengan nama dengan ciri yang sama. Setelah diidentifikasi ternyata memang benar itu Farah,” ungkapnya.

Panca mengatakan kalau keluarga tidak kenal dengan pelaku. Hanya saja, Farah pernah menceritakan soal pelaku yang memiliki apartemen. “Ya kalo omongan mah ada, dia kenal sama pelaku, katanya pengusaha dan punya apartemen. Tapi keluara tidak pernah liat,” jelasnya.

Farah yang dicari-cari keluarga kembali ke rumahnya dalam keadaan tak bernyata. Ia dihabisi Calvin Soepargo, pria 42 tahun di sebuah apartemen di Jakarta Utara dengan cara memukulkan kayu di kepalanya.

Dua dua anak itu kemudian memasukkan jasad Farah dalam boks kontener plastik lalu membuangnya ke kolong jalan tol. Pengusaha sarang burung walet ini ditangkap kurang dari 24 jam setelah korban ditemukan tewas. (imam)