Monday, 11 December 2017

Jakarta Diserbu Pendatang, Mensos: Bangun Sentre Ekonomi di Desa-desa

Kamis, 14 Juli 2016 — 10:41 WIB
Mensos Khofifah Indar Parawansa.

Mensos Khofifah Indar Parawansa.

JAKARTA (Pos Kota) – Usai Lebaran banyak pemudik yang membawa keluargannya ke Ibukota Jakarta dan kota besar lainnya. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kota-kota besar menjadi  daya tarik untuk menggapai kebahagiaan dan meningkatkan kesejahteraan.

“Sudah menjadi agenda tahunan. Artinya ada teori pull and push yang mendorong warga keluar dari daerahnya ke kota untuk menggapai kebahagiaan dan kesejahteraan,”  ujar Mensos usai Halal Bihalal di lingkungan Kementerian Sosial di Gedung Aneka Bhakti (GAB), Salemba, Jakarta, Rabu (13/7).

Dari sekian kota tujuan, kata Mensos, ibukota Jakarta masih menjadi yang terfavorit. Dimana, terdapat berbagai sentra ekonomi dengan peredaran uang lebih dari 80 persen.

“Silakan saja berjuang menggapai kebahagiaan dan meningkatkan kesejahteraan. Namun, dengan catatan mereka harus memiliki keterampilan atau skills yang memadai untuk bisa bersaing,” ucapnya.

Sedangkan bagi mereka yang belum memiliki keterampilan atau skills mesti membekali diri dengan berbagai keterampilan, misalnya mengikuti pelatihan kejuruan (vocational training) atau kursus singkat (short course).

“Tentu saja, dengan bekal berbagai keterampilan yang dimiliki agar mampu bersaing di tengah ketatnya berbagai sektor lapangan kerja yang ada, “tandasnya.
Saat ini, pemerintah pusat telah menggelontorkan anggaran yang sangat besar bagi desa-desa di seluruh Indonesia. Sehingga di sana bisa dibangun sentra-sentra ekonomi produktif baru.

“Di desa-desa bisa dibangun sentra ekonomi produktif baru yang didukung dana sangat besar dari pemerintah pusat yang berpotensi bisa meningkatkan kesejahteraan bagi warga setempat, ” tegasnya.

Dalam pengelolaan dana desa yang sangat besar tersebut, lanjutnya, diperlukan upaya pendampingan dengan menjalin kemitraan strategis yang didukung Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.

“Dana yang sangat besar dan didukung dengan SDM berkualitas, menjadikan berbagai program bisa dikawal dan lebih tepat sasaran, sehingga memberikan daya tahan bagi warga untuk tidak melakukan urbanisasi dengan membangun desanya, sekaligus menjadi daya tarik dengan membuka lapangan kerja” harapnya. (Tri/win)