Thursday, 19 September 2019

Lebaran Usai, Relawan Anggota DPR Copoti Atribut Ucapan

Kamis, 14 Juli 2016 — 16:59 WIB
Relawan Manuk Dadali saat mencopot baligo ucapan Hari Raya Lebaran dari HG yang terpasang di wilayah Benda, Cicurug, Sukabumi

Relawan Manuk Dadali saat mencopot baligo ucapan Hari Raya Lebaran dari HG yang terpasang di wilayah Benda, Cicurug, Sukabumi

SUKABUMI (Pos Kota) – Puluhan relawan Manuk Dadali (MD) mencopot semua atribut berisi ucapan “Selamat Menunaikan Ibadah Ramadan” dan “Hari Raya Idul Fitri” dari Anggota DPR RI, Heri Gunawan (HG) di  sepanjang jalur protokol dan titik-titik lainnya di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (14/7).

Pelepasan atribut ucapan Lebaran itu sebagai bentuk tanggung jawab untuk menjaga estetika kota. Satu persatu, para relawan legislator asal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini melepas atribut, baik spanduk maupun baligo.

Setelah itu, mereka membereskannya dan mengangkut semua atribut tersebut ke Sekretariat Rumah Aspirasi dan Inspirasi (RAI) HG yang berlokasi di Jalan Arif Rahman Hakim, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Koordinator RAI HG, Maman Suparman menegaskan pelepasan semua atribut itu merupakan rasa tanggung jawab menjaga keindahan lingkungan. Pelepasan atribut ini juga dilakukan seiring momen Ramadan dan Idul Fitri telah berlalu.

“Kami yang pasang, kami juga yang berinisiatif menurunkannya. Ini bentuk rasa tanggung jawab kami terhadap lingkungan. Kebetulan momennya sudah selesai. Jangan sampai atribut itu menghalangi pemandangan kota. Kami targetkan hari ini semua atribut ucapan dari Pak HG sudah bersih,” kata Maman kepada Pos Kota.

Reaksi positif dari beberapa kalangan masyarakat pun muncul dengan inisiatif pencopotan atribut tersebut. Mereka menilai, tindakan relawan MD sebagai barisan pendukung Anggota DPR HG patut ditiru.

“Memang seharusnya seperti itu. Siapa yang masang, dia pula yang lepas. Bagus inisiatif barisan pendukung Pak HG ini. Ini harusnya diikuti sama yang pasang atribut lainnya,” ujar Supriadi, 42, warga asal Kecamatan Cicurug.

Burhan, 37, warga lainnya mengutarakan hal senada. Menurut warga Kecamatan Cibadak ini, pencopotan atribut yang momennya sudah lewat memang harus dilakukan tanpa dilepas oleh instansi terkait. Terlebih, ada dari atribut beberapa tokoh berisi ucapan Ramadan dan Lebaran sudah rusak diterpa kondisi alam berupa angin dan hujan. (sule/win)