Thursday, 23 November 2017

PM Inggris Theresa May Menegaskan Inti Kebijakannya

Kamis, 14 Juli 2016 — 10:21 WIB
Ratu Elizabeth II meminta Theresa May membentuk pemerintahan baru setelah David Cameron mundur.

Ratu Elizabeth II meminta Theresa May membentuk pemerintahan baru setelah David Cameron mundur.

INGGRIS- Perdana Menteri Inggris yang baru, Theresa May, bertekad Inggris akan memiliki peran baru yang kuat di dunia setelah ke luar dari Uni Eropa.

Berpidato di depan kediaman resmi, 10 Downing Street, dia juga mengatakan pemerintahnya akan bekerja bukan untuk kelompok tertentu tapi semua orang.

“Hal itu berarti berperang melawan ketidakadilan bahwa jika Anda lahir miskin maka Anda akan meninggal rata-rata sembilan tahun lebih cepat dibanding yang lain,” katanya.

May terpilih sebagai Ketua Partai Konservatif setelah David Cameron mengundurkan diri menyusul hasil referendum yang memutuskan Inggris ke luar dari Uni Eropa.

Sebagai ketua partai yang berkuasa, maka perempuan berusia 59 tahun ini otomatis menjadi perdana menteri setelah secara resmi diminta oleh Ratu Elizabeth II untuk membentuk pemerintahan.

Sebelumnya David Cameron yang berkunjung ke Istana Buckingham untuk menyampaikan pengunduran diri secara resmi.

Tak lama setelah resmi menjabat perdana menteri, May langsung menyusun kabinetnya, yang antara lain terdiri dari mantan walikota London, Boris Johnson -yang menjadi salah satu ujung tombak kubu yang ingin memisahkan diri dari Uni Eropa- sebagai Menteri Luar Negeri.

Johnson mengganti Philip Hammond yang akan bertugas sebagai Menteri Keuangan, menggantikan George Osborne, yang menggundurkan diri dari kabinet.

Sementara politisi yang menentang keanggotaan Inggris di Uni Eropa, David Davis, menjadi Menteri Urusan Keluar dari Uni Eropa, yang akan melanjutkan proses resmi bagi Inggris untuk ke luar dari Uni Eropa.

Theresa May merupakan perdana menteri ke-13 di bawah tahta Ratu Elizabeth II dan perdana menteri perempuan kedua setelah Margaret Thatcher.(BBC)