Tuesday, 18 September 2018

MOS Siswa Baru, Depok Siap Berikan Materi Bela Negara

Jumat, 15 Juli 2016 — 13:51 WIB
Kegiatan rapat Kesbangpol Kota Depok berkaitan penurunan tim PPWK saat kegiatan MOS di sekolah. (anton)

Kegiatan rapat Kesbangpol Kota Depok berkaitan penurunan tim PPWK saat kegiatan MOS di sekolah. (anton)

DEPOK (Pos Kota) – Dalam kegiatan masa orientasi sekolah (MOS) bagi  siswa baru yang  mulai masuk Senin (18/7), jajaran Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Kota Depok siap menjadi nara sumber untuk  materi wawasan siswa baru , termasuk soal bela negara.

“Kami siap menurunkan anggota dan jajarannya untuk memberikan materi wawasan kebangsaan kepada siswa baru untuk memberikan materi bela Negara serta kesadaran berbangsa dan bernegara,” kata Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok, Taufan Abdul, Jumat (15/7).

Jajaran Kesbangpol memiliki tim PPWK yang siap membantu Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok untuk memberikan materi kegiatan MOS karena tim tersebut berasal dari berbagai unsur mulai pendidikan, pemerintahan, TNI, Polri dan lainnya sehingga dapat memberikan wawasan bagi siswa baru dalam mengikuti MOS.

Menurut dia, kehadiran tim PPWK diharapkan tak ada lagi istilah ajang balas dendam atar pelajar senior serta alumni kepada yunior atau siswa baru disekolah tersebut namun dapat memberikan pengenalan dan citra baik terhadap sekolah yang bersangkutan.

“Bahkan lebih dari itu diharapkan kehadiran tim PPWK  dapat menjadi bekal dan motivasi murid atau siswa baru untuk mendapat pendidikan dan pelajaran lebih baik lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Depok, Herry Pansila, sangat mendukung adanya kehadiran tim PPWK di seluruh sekolah yang akan melaksanakan MOS bagi siswa barunya terlebih sudah ada surat  dari Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) no. 18 tahun 2016 tentang pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru tanpa adanya kekerasan atau kepanitian MOS dari kalangan pelajar.

Kegiatan MOS tahun ajaran baru bakal ditangani langsung pihak guru atau sekolah dan tak ada lagi kegiatan di atur siswa setempat. “Semua acara dalam pengenalan sekolah pun tak boleh mengandung unsure hukum, pelecehan atau tugas yang tak relevan,” ujar.

Ia menambahkan diharapkan sekolah di Depok dapat memberikan jawaban positif adanya usulan dan saran dari PPWK Kota Depok yang dikoordinir Kesbangpol Depok. (anton/win)