Saturday, 17 November 2018

Penghuni Ruko di BSD Protes Lahan Parkir

Jumat, 15 Juli 2016 — 10:59 WIB
Sejumlah warga penghuni Ruko Versailles BSD Serpong marah dan protes kepetugas Dishubkominfo Tangse. (anton)

Sejumlah warga penghuni Ruko Versailles BSD Serpong marah dan protes kepetugas Dishubkominfo Tangse. (anton)

TANGERANG (Pos Kota) – Rencana pelaksanaan parkir off street di kawasan rumah toko (Ruko) Versailles, Bumi Serpong Damai (BSD) Serpong diprotes penghuni dan pemakai kendaraan alasannya belum ada surat keputusan bersama antara anggota DPRD setempat dengan Walikota Tangsel.

“Sampai saat ini belum ada keputusan dan surat resmi pemberlakukan tarif parkir off street di kawasan ini jadi wajar jika penghuni dan pemilik tempat usaha keberatan maupun protes atas pemberlakukan tersebut,” ujar Dito, penghuni Ruko Versailles BSD Serpong dengan nada marah, Jumat (15/7).

Kemarahan dan penolakan warga tersebut disampaikan langsung kepada Kepala Seksi Parkir dan Terminal di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) serta anggota Satpol PP Kota Tangsel saat ingin mencopot sejumlah spanduk dan poster keberatan warga maupun penghuni.

Dito menanyakan surat keputusan bersama antar anggota DPRD dengan Walikota Tangsel berkaitan pemberlakukan parkir off street di kawasan ini. Karena sebelum ada wacana tersebut sejumlah penghuni sudah mengadukan permasalahan ke anggota DPRD beberapa waktu lalu dan mendapatkan jawaban bahwa parker belum dapat dilakukan sebelum ada kesepatakan bersama.

SEKALI PARKIR 4 RIBU

Hal senada dikatakan Malik, warga lainnya, berdasarkan audensi antar warga dengan anggota DPRD empat bulan lalu pelaksanaan parkir off street di kawasan ini harus menunggu persetujuan dan surat keputusan bersama antar DPRD dengan Walikota bukan main pasang dan tetapkan saja tarif parkir.

Wajar saja kalau kami marah karena dari hasil pertemuan belum ada jawaban dari dewa tapi Dishubkominfo sudah ingin melaksanakan secara resmi, tuturnya padahal sebelum diputuskan saja tarif disini sudah diminta Rp 4000/mobil dan Rp 2000/motor.

Mendapatkan aksi protes dan keberatan, Kasie Parkir, Dito, tak bias menjawab protes dari warga dan hanya mendengarkan. “Kami hanya mendapatkan tugas untuk mencopot spanduk dan poster tersebut,” tuturnya yang menambahkan untuk punggutan uang parker tetap akan diberlakukan di wilayah Ruko ini dan dilarang ada pemagaran areal parkir.

Dalam surat yang diberikan Dishubkominfo pertanggal 8 Oktober 2015 dengan nomor surat 551/1896/ANGK, perihal pelaksanaan parkir di tepi jalan umum, akan diberlakukan on street pada Ruko Versailles, namun kenyataannya sekarang mereka ingin memberlakukan off street di depan ruko ini.

Sementara itu, R. Adie Santoso anggota Komisi 4 DPRD setempat, meminta warga penghuni Ruko tersebut mengajukan atau mengirimkan surat audensi kembali agar masalah tersebut dapat ditangani dengan cepat.

Sedangkan, Kepala Dishubkominfo Kota Tangsel, Sukanta, mengatakan sesuai surat dari DPPKAD Kota Tangsel No. 030/004-DPPKAD/2012, 7 Januari 2013 perihal lahan parkir penguasaan Pemkot Tangsel tertulis dalam poin pertama lahan parkir di kawasan Ruko tersebut merupakan lahan fasos dan fasum eks pemerintah.

(anton/sir)