Wednesday, 19 September 2018

Kadinkes Tangsel: Ada Informasi Lima RS Gunakan Vaksin Palsu

Sabtu, 16 Juli 2016 — 15:55 WIB
Kepala Dinkes Kota Tangsel Suharno.

Kepala Dinkes Kota Tangsel Suharno.

TANGERANG (Pos Kota) – Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diharapkan tak perlu  resah berkaitan dengan pemakaian vaksin palsu yang dipergunakan kepada balitanya karena unit kesehatan di Kota Tangsel mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit umum siap memberikan vaksin ulang.

“Kami berharap masyarakat atau warga yang memiliki anak balita dan pernah mendapatkan penangganan vaksin tak perlu cemas karena balitanya dapat diberikan vaksin ulang,” tegas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel Suharno kepada wartawan, Sabtu (16/7).

Pihak Pemkot Tangsel sudah menginstruksikan agar seluruh Puskesmas dan RSU yang ada di wilayah ini untuk menerima dan memberikan vaksin ulang jika ada masyarakat yang datang menannyakan perihal masalah vaksin bagi anak balitannya.

(Baca: Datangi Kementerian PPPA, Orang Tua Marah Pada Ucapan Menkes Soal Vaksin Palsu)

Menurut dia, dugaan sementara atau indikasi dari informasi yang disampaikan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Propinsi Banten ada lima rumah sakit yang menggunakan maupun memberikan vaksin palsu atau illegal.

Namun, tambah dia, kelima rumah sakit yang diduga menggunakan vaksin palsu atau illegal tak dapat diinformasikan lebih lanjut. Sebab, semua itu kewenangan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Propinsi Banten yang memiliki otoritas melakukan pemeriksaaan kualitas vaksin yang dimiliki setiap rumah sakit.

“Memang ada informasi yang diterima bahwa ada lima rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu tapi dirinya tak dapat menjelaskan ke lima rumah sakit tersebut,” tutur Kadinkes.

Suharno menambahkan untuk memastikan adanya informasi tersebut pihak BPPOM, Dinkes Porpinsi Banten dan Kementerian Kesehatan didampingi Dinkes Kota Tangsel sudah memeriksa sebanyak 25 rumah sakit, 18 klinik swasta dan 130 bidan praktek untuk mengecek penggunaan vaksin yang diduga palsu beberapa hari lalu.

Hasil pemeriksanaan sempel yang akan di uji dilaboratorium yang diambil oleh tim tersebut kemungkinan seminggu lagi dan pengumumannya tentunya akan dilakukan oleh tim tersebut.

“Dinkes sendiri sudah menghimbau kepada seluruh rumah sakit maupun pelayanan kesehatan tak membeli vaksin diluar dari distributor resmi alias illegal,” tuturnya yang berharap wilayah rumah sakit atau praktek bidan di Kota Tangsel bersih dari penggunaan vaksin palsu. (anton/win)