Tuesday, 25 September 2018

Presiden Turki Tuding Fethullah Gulen Otak Kudeta

Sabtu, 16 Juli 2016 — 9:10 WIB
Presiden Recep Tayyip Erdogan (reuters)

Presiden Recep Tayyip Erdogan (reuters)

TURKI – Presiden Recep Tayyip Erdogan menyalahkan Fethullah Gulen sebagai otak kudeta di Turki.

Muhammed Fethullah Gulen adalah mantan imam, penulis dan tokoh politik yang mendirikan Gerakan Gulen. Pria berusia 75 tahun ini mengasingkan diri di Pennsylvannia, Amerika Serikat sejak tahun 1999.

Gulen dan Presiden Erdogan adalah sekutu sebelum tahun 2013 namun hubungan mereka hancur setelah skandal korupsi tahun 2013 yang membuat pemerintah melakukan reshuffle kabinet. Presiden Erdogan menuduh Gulen sebagai tokoh di balik penyelidikan korupsi.

Menurut Presiden Erdogan, kudeta dilakukan oleh kelompok minoritas yang tidak ingin adanya persatuan di Turki. Presiden Erdogan juga menegaskan kabinet di Ankara masih berfungsi dan dirinya akan tetap berdiri bersama rakyat.

Kudeta militer bukanlah hal asing di Turki. Dari sejak tahun 1960 setidaknya ada lima usaha kudeta, tahun 1960, 1971, 1980, dan 1997.

Berbeda dengan kebanyakan negara, militer Turki tidaklah dibawah presiden atau kepala negara. Tugas utama militer Turki adalah untuk menjaga visi pendiri negara. Presiden Erdogan dianggap mendorong ditegakkannya aturan-aturan Islam yang berlawanan dengan pandangan sekuler para bapak negara.(daus)