Monday, 20 November 2017

Pelaku Kekerasan di Sekolah Diancam Dipecat

Minggu, 17 Juli 2016 — 6:20 WIB
bullyingcom

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah libur panjang Lebaran, besok, Senin (18/7), siswa baru akan memulai tahun ajaran 2016/2017. Selama tiga hari mereka akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau yang dulu sering disebut Masa Orientasi Sekolah (MOS).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menegaskan dalam pelaksanaan MPLS tidak boleh dilakukan kekerasan atau tindakan bullying terhadap peserta didik baru. “Saya tidak mau, MPLS diisi dengan kegiatan aksi kekerasan atau bullying dari senior kepada junior yang baru masuk. Jika masih ada oknum siswa yangmelakukan kekerasan langsung drop out (red- dikeluarkan dari sekolah),” tegas Djarot, Sabtu (16/7).

Tidak hanya itu, sanksi juga diberikan tidak hanya kepada kepala sekolah juga kepada pelaku bullying tersebut. “Bagi kepala sekolah akan dikenakan teguran keras sedangkan bagi pelaku bullying akan dikeluarkan dari sekolah. Serta tidak bisa lagi menempuh pendidikan di sekolah negeri yang ada di Jakarta,” tukasnya.

Karena itu, secara khusus, Djarot akan memberikan pembekalan dalam kegiatan MPLS yang akan digelar oleh SMA 70 dan SMA 6, Bulungan, Jakarta Selatan, pada hari Senin (18/7) nanti. “Saya sengaja nanti ke SMA 70 dan 6. Mereka mengadakan MPLS gabung menjadi satu. Katanya kedua sekolah ini terkenal suka berantem, bullying dan bikin geng. Makanya sejak dini, saya akan ngomong sama mereka, jangan melakukan hal itu. Termask guru dan orangtuanya jangan bikin geng,” pungkasnya.(guruh)