Sunday, 25 August 2019

Kasus Vaksin Palsu, Polisi Disiagakan di 14 Pelayanan Kesehatan

Senin, 18 Juli 2016 — 15:27 WIB
Suasana di RS Harapan Bunda, Ciracas, sejak mencuatnya kasus vaksin palsu. (dok. ifand)

Suasana di RS Harapan Bunda, Ciracas, sejak mencuatnya kasus vaksin palsu. (dok. ifand)

JAKARTA (Pos Kota) – Sejumlah rumah sakit ‘diserbu’ keluarga korban vaksin palsu. Polisi pun disiagakan di 14 tempat pelayanan kesehatan yang telah dipastikan menggunakan vaksin palsu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono, mengatakan petugas yang disigakan di tempat itu hanya bersifat situasional. “Kapolda menginstruksikan seluruh polres dan jajarannya untuk melakukan pengamanan di rumah sakit,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Senin (18/7/2016).

“Personelnya sesuai kebutuhan, sampai masalah clear kan ada janji rumah sakit untuk vaksinasi ulang. Kami amankan kedua pihak agar tak bersitegang.”

(Baca; Kasus Vaksin Palsu, IDI Minta Perlindungan Polisi)

Menurutnya, di 14 tempat pelayanan kesehatan yang diduga menggunakan vaksin palsu telah didirikan pos pengaduan. Karenanya, orangtua yang merasa anaknya menjadi korban bisa melapor ke posko tersebut untuk didata.

(Baca: Kaum Ibu Serbu Puskesmas Ciracas untuk Vaksin Ulang Anak)

Hasil penyidikan Bareskrim Polri tercatat 14 rumah sakit dan delapan klinik telah menggunakan vaksin palsu. Sebanyak 23 orang menjadi tersangka, termasuk dokter, bidan, perawat, pemilik apotek, distributor dan produsen. (yp)