Saturday, 17 November 2018

Sosialisasi Anti Bullying Bagi Siswa Baru SMAN 3 Jakarta

Senin, 18 Juli 2016 — 17:48 WIB
Sosialisasi anti bullying di SMAN 3 Jaksel pada MPLS yang digarap pihak sekolah bersama GENAB. (Rachmi)

Sosialisasi anti bullying di SMAN 3 Jaksel pada MPLS yang digarap pihak sekolah bersama GENAB. (Rachmi)

SETIABUDI (Pos Kota) – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), ratusan siswa kelas 10 SMAN 3, Jakarta Selatan mendapat sosialisasi anti bullying oleh sekolah bekerja sama dengan Gerakan Nasional Anti Bullying (GENAB).

Sebelumnya pada Mei lalu, Kepala SMAN 3, Ratna Budiarti mengeluarkan 6 siswa senior karena terlibat bullying terhadap adik kelas. Ratna menjelaskan sosialisasi bertema “Peranan Siswa Dalam Menurunkan/Mencegah Bullying” dilakukan di dua ruang sekaligus yakni ruang audiovisual untuk siswa IPS dan ruang serba guna bagi siswa IPA.

“Kami berharap bullying di SMAN 3 hilang. Jika ketahuan melakukan bully akan saya kembalikan kepada orang tua, begitu juga terhadap siswa yang melihat tapi tidak melaporkannya ke guru,” tandasĀ  Ratna, Senin (18/7).

Sosialisasi menghadirkan narasumber psikolog Universitas Indonesia (UI) yang merupakan anggota GENAB dan beberapa alumni SMAN 3, di mana anaknya menjadi korban bullying. Materi sosialisasi yang diikuti 320 siswa baru terkait pengenalan/definisi bullying, proses dan dampak bully, dan sanksi bagi pelaku.

Penyuluhan tersebut akan dilaksanakan berkala bagi seluruh siswa, seiring MoU sekolah dengan GENAB untuk setahun ke depan.

Ketua GENAB, Melanie Sadono menjelaskan GENAB peduliĀ  terhadap pendidikan di SMAN 3. Untuk itu melalui sosialisasi pada MPLS bertujuan membangun citra positif di benak ortu dan siswa akan suasana belajar yang aman dan nyaman tanpa khawatir dibully.

“Kami ingin menciptakan SMAN 3 yang ramah bagi segenap siswa dan bebas dari ancaman kekerasan,” ungkapnya.(Rachmi/win)