Thursday, 23 November 2017

Sudah Koleksi Tiga Istri Anak Tiri Diinceng Juga

Senin, 18 Juli 2016 — 5:54 WIB
nadiiii

KELAKUAN Murdian, 46, benar-benar seperti ayam kampung. Sudah punya koleksi bini tiga, eh…..masing pengin juga pada Mira, 18, anak tiri bawaan istri ketiganya. Terakhir anak tiri itu dipaksa mesum di kamar mandi dengan bertabirkan kain korden. Tentu saja Ny. Ifah, 38, marah betul pada suaminya, sehingga dilaporkan ke Polres Lampung Timur.

Manusia di era gombalisasi ini memang semakin beragam ulahnya. Ada yang jadi pejuang kemanusiaan, tapi banyak juga yang jadi pejuang selangkangan. Bini satu saja takkan habis dimakan rayap, pengin nambah koleksi lagi. Ada yang nambah satu, dua, bahkan tiga. Bila hukum agama mengizinkan, mungkin banyak pula yang menambah bini jadi lima. Jadi mirip lagu anak-anak ciptaan AT Mahmud, “Biniku ada lima, rupa-rupa warnanya……!”

Murdian yang tinggal di Pasirsakti Lampung Timur, Bandarlampung ini rupanya termasuk bagian lelaki pejuang selangkangan itu. Kelakuannya jadi benar-benar seperti ayam jago. Asal melihat perempuan cantik sedikit, ukuran celananya mendadak berubah dari S jadi XL. Terus otaknya berwacana macam-macam, yang cenderung mesum dan kotor.

Penampilan Murdian ini sebetulnya biasa-biasa saja, hanya saja dia ini pinter ngomong. Kalau sudah jual kecap di depan cewek, wooo……pengacara pun kalah. Dia bisa meyakinkan lawan jenis, sampai akhirnya terpikat dan pasrah, lalu kemudian bertekuk lutut dan berbuka paha. Berkat ilmu gendam cewek tersebut, Murdian kini sudah beristri tiga. Yang pertama nikah resmi di KUA, yang kedua dan ketiga cukup kawin siri yang sidikit risikonya.

Berkat punya bini tiga, rambut Murdian kini nyaris botak dibuatnya. Soalnya, istri muda selalu mencabuti rambutnya yang sudah ubanan. Sebaliknya istri tua selalu mencabuti rambutnya yang masih hitam. Karena beda kepentingan itulah, lama lama kepala Murdian jadi seperti pentol korek api. Bedanya, kalau dijitak tidak sampai nyala itu kepala.

Istri ketiga Murdian diperoleh sekitar 3 tahun lalu. Janda Ifah ini mempunyai anak bawaan si Mira, yang kala itu masih berusia ABG, 15 tahunan. Awalnya biasa-biasa saja. Tapi enam bulan kemudian, ternyata Mira mulai menawarkan sejuta pesona. Lagi-lagi ukuran celana Murdian langsung berubah drastis. Asal melihat anak tirinya itu, pikirannya jadi ngeres melulu. “Kalau saya mau, nggak sampai putaran kedua pasti kena.” Pikir Murdian.

Ternyata melobi Mira tidaklah mudah, karena statusnya jadi bapak tiri. Tapi Murdian punya kekuasaan, paling tidak dengan senjata ancaman: tak bunuh kamu! Sejak itu Mira pasrah saja disetubuhi ayah tirinya. Aksi mesum itu berlangsung manakala ibunya pas tak ada di rumah. Mira tak berani mengadu, karena lagi-lagi Murdian selalu mengacam: tak bunuh kamu.

Tapi lama-lama skandal itu terbongkar juga. Ketika beberapa hari lalu Murdian menggauli paksa anak tirinya di kamar mandi, eh …..kepergok oleh ibu kandungnya. Gegerlah rumahtangga kolektor bini tersebut. Mira pun mengaku bla bla bla……. Tentu saja Ny. Ifah jadi marah, masak suaminya berkelakuan seperti ayam kampung. Babonnya mau, dere-nya juga doyan.

Dengan barang bukti celdam Mira dan gordan penutup kamar mandi, Ny. Ifah mengadu ke Polres Lampung Timur. Murdian pun lalu ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengaku sangat bernafsu setiap melihat Mira yang semakin seksi menggiurkan. “Ketimbang keduluan lelaki lain, saya sikat duluan.” Ujarnya polos.

Memangnya sepatu, kok main sikat saja? (JPNN/Gunarso TS)