Sunday, 24 September 2017

Punya Banyak Brondong Suami di Rumah Dipasung

Selasa, 19 Juli 2016 — 5:59 WIB
brondong-ji

PEREMPUAN paling biadab se Surabaya mungkin hanya Ny. Santi, 45. Punya suami kaya, Birowo, 50, malah dibikin stress dan dipasung, sementara dia di luaran asyik masyuk bersama sejumlah lelaki brondong. Keluarga Birowo yang khawatir hartanya habis dihambur-hamburkan, segera menggugat cerai agar harta gono gini tak kadung habis.

Banyak lelaki yang mendambakan istri cantik. Sebaliknya juga ombyokan wanita yang mendambakan suami tak perlu ganteng, yang penting kaya raya sehingga bisa untuk hidup foya-foya. Perempuan matrialiastis ini sering membuat suami sengsara lahir batin. Dia hanya dihargai ketika masih muda. Tapi setelah tua dan loyo di atas ranjang, segera saja dicampakkan. Istri yang masih haus asmara kemudian main gila bersama para brondong, dengan modal harta suaminya.

Lelaki malang itu di antaranya Birowo, yang kini tinggal di Blitar. Sejak muda dia sudah berhasil dalam bidang ekonomi. Meski wajah sangat standar jika tak mau dibilang pas-pasan, karena banyak duit dia bisa mempersunting Santi yang cantik. Keluarga Santi dari dulu memang telah mencuci otaknya bahwa cari suami haruslah yang kaya, sehingga dia dilarang bergaul dengan kalangan pidak pedarakan (kelas bawah).

Bangga dengan kecantikannya dan harta yang melimpah, Santi wanita sosialita yang mondar-mandir Surabaya – Jakarta, bergaul dengan kalangan jetset. Sayangnya makin tua Birowo tak mampu mengimbangi kebutuhan biologis Santi yang terus menyala-nyala. Mulailah Santi cari pelampiasan ke lelaki muda yang dikenalnya. Nervous melihat kelakuan istri, dia pindah di Blitar bersama kelaurganya. Hal itu tak menjadikan Santi kapok, justru bikin Birowo makin stress. Dengan alasan jangan mengganggu ketertiban, Birowo pun dipasung.

Kembali Santi menggeluti hobi lamanya, jadi sosialita yang menghabiskan harta. Mondar-mandir Jakarta-Surabaya pakai pesawat. Lalu di Jakarta punya piaraan sejumlah anak muda ganteng. Katanya sih anak asuh, tapi sejatinya mereka adalah brondong yang bertugas memuaskan Santi ketimbang bengong.

Sejumlah tanah sudah dijualnya untuk memuaskan hasrat selangkangan Santi. Anak-anak dan keluarga Birowo pun mulai bersikap, jika dibiarkan saja lama-lama harta bisa ludes. Maka setelah berhasil membebaskan ayah dari pasungan, keluarga menggugat cerai Santi di Pengadilan Agama Surabaya. Maksudnya, dengan perceraian itu harta gono-gini bisa segera dibagi dan harta Birowo tak keburu habis hanya untuk foya-foya.

Muda kaya raya, tua foya-foya dan mati masuk surge. Enak benerrr. (JPNN/Gunarso TS)