Thursday, 15 November 2018

Dikeluhkan Warga Karena Liar, LPS di Bidara Raya Ditutup

Rabu, 20 Juli 2016 — 19:59 WIB
Petugas sedang membersihkan tumpukan sampah yang ada di LPS liar Bidara. (wandi)

Petugas sedang membersihkan tumpukan sampah yang ada di LPS liar Bidara. (wandi)

JAKARTA-(Pos Kota) –  Setelah dikeluhkan warga karena selama ini dimanfaatkan sebagai lokasi pembuangan sampah (LPS) liar,  areal di Bidara Raya, di RW 04 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan. Penjaringan,  Jakarta Utara, itu ditutup.

Kedepan setelah dilakukan penutupan lokasi bekasi LPS liar ini akan segera dipagar dengan tujuan jangan sampai digunakan sebagai tempat sampah lagi.

Ramdan,37, salah seorang warga RW 04, Kelurahan Pejagalan, mengaku sangat mendukung adanya penutupan LPS liar ini. Menurutnya, memang semenjak adanya LPS liar di lokasi tersebut sering menimbulkan bau yang kurang sedap. Selain iti juga sangat rawa terjadinya penyebaran penyakit.

“Memang kami warga sekitar setiap hari selama adanya LPS liar ini selalu mencium aroma yang kurang sedap. Makanya kami warga disini menyambut baik dengan adanya  penutupan  LPS  liar tersebut dan dirubah menjadi taman. Sebab, walau rutin diangkut petugas kebersihan, namun sampah kerap menumpuk kembali sehingga menimbulkan bau yang kurang sedap,” ujar Ramdan.

Sementara itu, Sekertaris Kelurahan Pejagalan, Iksan mengakui pihaknya menutup LPS liar. Ini dilakukan karena selain keberadannya dikeluhkan warga juga lokasinya juga berada di sekitar lingkungan warga sehingga sering menimbulkan bau yang kurang sedap.

“Karena banyaknya keluhan dan permintaan warga, akhirnya lahan LPS ini kami tutup. Selain itu dalam waktu dekat kami juga akan melakukan pemagaran disepanjang lokasi tersebut,”terang Iksan.

lps

Sekkel juga menambahkan, untuk mengatasi persoalan sampah agar tidak terjadi tumpukan pihaknya sudah meminta kepada Sudin Kebersihan Jakarta Utara untuk secara rutin melakukan pengangkutan sampai terutama pada malam hari.

Sedangkan Kepala Seksie Kebersihan Kecamatan Penjaringan, Wahyudin, menambahkan untuk melakukan penutupan ini pihaknya menerjunkan 8 unit armada truk dan 1 alat berat sovel.”  Kita siapkan 8 unit truk besar dan 1 unit truk kecil serta 1 alat berat sovel, dalam pengangkutan sampah muatannya bisa 8 ton sampah,” jelasnya.

Terkait solusi setelah dilakukan penutupan ini kata Wahyudin warga harus membuangnya terpusat ke Dipo Moa. (wandi/win)