Monday, 24 September 2018

DPR Apresiasi Jokowi Bangun Perguruan Tinggi Islam Internasional

Rabu, 20 Juli 2016 — 20:22 WIB
Gedung DPR/MPR/DPD RI. (win)

Gedung DPR/MPR/DPD RI. (win)

SENAYAN (Pos Kota) – Rencana Presiden Joko Widodo membangun Universitas Islam bertaraf Internasional di Indonesia (UIII) diapresiasi kalangan DPR. Sebab, sudah selayaknya Indonesia memiliki intelek-intelek Islam bertaraf internasional.

Apalagi, rencana itu disusul keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 57 tahun 2016 tentang pendirian UIII dan disetujuinya penambahan alokasi APBN Perubahan 2016.

Langkah  Presiden Jokowi, bagi anggota Komisi VIII DPR RI Amrullah Amri Tuasikal, sejalan dengan kondisi kependudukan Indonesia sebagai wilayah muslim terbesar dunia.

“Indonesia memang sudah saatnya memiliki intelektual-intelektual Islam bertaraf dunia, yang tidak hanya mumpuni dalam ilmu keagamaan namun juga memiliki wawasan global yang luas,” ujar politikus Partai Gerindra itu kepada wartawan parlemen, Rabu (20/7).

Di Timur Tengah, dan mancanegara, kepiawaiam agama bangsa Indonesia sudah dikenali sejak kiprahnya Syekh Nawawi Al-Bantani dari Banten, Jawa Barat, tahun 1830-an. Disusul Syekh Abdul Shamad Al-Palimbani (Palembang), Syekh Yusuf Makassar, Syekh Syamsudin Sumaterani, dll.

Juga, tiga tokoh muslim paling berpengaruh di Indonesia kekinian masuk 50 besar dalam buku The 500 Most Influential Muslims in The World diterbitkan The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC). Yaitu Hasyim Muzadi selaku ketua umum PB Nahdlatul Ulama (PBNU), Din Syamsudin selaku ketua umum PP Muhammadiyah,  dan ulama kondang Abdullah Gymnastiar (AA Gym) kendati menurun setelah berpoligami.

Namun, begitu, Komisi VIII DPR berharap Kementerian Agama Cq Ditjen Pendidikan Islam mewujudkan UIII itu semata-mata demi kebutuhan pendidikan berkualitas keagamaa. “Kami menginginkan Kemenag memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan Islam nasional dan berskala internasional,” tambah wakil ketua Komisi VIII, Sodiq Mudjahid. (rinaldi/win)