Wednesday, 14 November 2018

Kepala Otoritas Minta Pelindo ll Atur Ulang Bongkar Muat di Terminal 3

Rabu, 20 Juli 2016 — 19:53 WIB
Peti Kemas Priok

JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Bay M Hasani meminta kepada Pelindo ll selaku pengelola Terminal 3 di Pelabuhan Tanjung Priok agar mengatur ulang atau  berthing window layanan bongkar muat  terhadap kapal NYK Line dan Maersk Line.

Permintaan itu disampaikan Bay melalui suratnya yang ditujukan kepada Dirut Pelindo ll terkait dengan ancaman kongesti layanan bongkar muat petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok yang terjadi belakangan ini hingga terjadi penimbunan petikemas ekspor dan impor.

Kepada wartawan Bay menegaskan dalam surat tersebut pihaknya memberikan dua opsi kepada PT Pelindo II/IPC selaku pengelola Terminal 3 pelabuhan Tanjung Priok.

Selain pertama meminta agar Pelindo II mengatur ulang waktu layanan bongkar muat di Terminal 3 juga disarankan supaya kegiatan bongkar muatnya dialihkan ke terminal peti kemas lain di pelabuhan Priok yang juga melayani ekspor impor.

Kapal NYK Line dan Maersk Line sebelumnya dilayani di terminal petikemas (TPK)  Koja dan Jakarta International Container (JICT), namun kinj  berpindah  samdar di Terminal 3 pelabuhan Priok jadwalnya bersamaan dengan kepadatan bongkar muat kapal lainnya yakni pada setiap akhir pekan (Jumat dan Sabtu).

Akibatnya kapasitas terminal 3 tidak dapat menampung lagi volume petikemes. “Kondisi inilah yang menyebabkan antrean dan kemacetan trucking di akses masuk pelabuhan pada setiap akhir pekan Jumat hingga Minggu,” ujar Bay menanggapi berita Poskota sebelumnya.

Jika jadwal kedua kapal peti kemas itu tidak memungkinkan diubah lagi Jumat dan Sabtu karena sudah adanya kontrak dengan operator terminal atau Pelindo ll, Kepala Otoritas Pelabuhan meminta supaya kegiatan bongkar muatnya dialihkan ke terminal peti kemas lain di pelabuhan Priok yang juga melayani ekspor impor.

“Untuk mengatasi kemacetan di Terminal 3 itu harus ada solusinya dan kami beri waktu satu minggu untuk menjalankan dua opsi saya.” terang Bay Rabu (20/7/2016).

Bila dalam sepekan ini tidak ada perubahan atau Pelindo ll mengabaikan opsinya maka dirinya akan menginstruksikan kepada kantor Syahbandar Pelabuhan Tanjung Priok untuk tidak menerbitkan izin kapal berukuran besar masuk ke terminal 3 pelabuhan Priok jika berpotensi menyebabkan kongesti di pelabuhan atau melarang kepanduan menarik kapal tersebut masuk pelabuhan Priok.

Menurut Bay berpindahnya kapal NYK Line dan Marsk Line ke Terminal 3 Pelabuhan Priok akibat merosotnya produktivitas layanan di JICT beberapa waktu lalu dikarenakan adanya kisruh internal di JICT antara serikat pekerja dengan Dirut Pelindo ll  menyebabkan layanan di terminal tersebutslow down.

Selain itu tarif bongkar muat peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Priok berlaku lebih rendah ketimbang di JICT maupun TPK Koja. (dwi/win)