Tuesday, 22 August 2017

Warga Serbu Pelayanan Kesehatan di Duren Sawit

Rabu, 20 Juli 2016 — 13:43 WIB
Warga yang mulai mengantri di acara pencanangan Penggalangan TNI Manunggal KB Kesehatan, di kantor kecamatan Duren Sawit. (Ifand)

Warga yang mulai mengantri di acara pencanangan Penggalangan TNI Manunggal KB Kesehatan, di kantor kecamatan Duren Sawit. (Ifand)

JAKARTA (Pos Kota) – Pencanangan Penggalangan TNI Manunggal KB Kesehatan, tingkat kota Jakarta Timur, digelar di halaman kantor kecamatan Duren Sawit, Rabu (20/7). Ratusan warga langsung datang menyerbu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang disediakan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komando Distrik Militer (Dandim) 0505, dan pemkot Jakarta Timur, memberikan pelayanan kepada warga. Mulai dari penyuluhan KB dengan melakukan vasektomi dan inceptor, pengobatan gratis, donor darah, hingga penyuluhan bahaya HIV AIDS disediakan untuk warga.

Wakil Walikota Jakarta Timur, Husein Murad mengatakan, kegiatan KB Kesehatan ini merupakan program rutin Pemprov DKI bersama Kodam Jaya dan jajarannya. “Melalui kegiatan ini, kami berharap warga terus berdatangan untuk mendapatkan seluruh fasilitas kesehatan,” katanya, Rabu (20/7).

Menurutnya, melalui kegiatan KB Kesehatan ini, diharapakan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terlebih, pemprov DKI akan terus memperhatikan kesehatan warganya. “Termasuk dalam program KB juga kita perhatikan agar pertumbuhan penduduk dikendalikan,” kata Murad.

Ditambahkan Pengendali Pendudukan dan KB Kecamatan Duren Sawit, Isniyati M mengatakan, melalui manunggal KB ini, diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk terus melakukan KB. Pasalnya, hal itu bisa mencegah pertambahan penduduk yang saat ini semakin tak terbendung. “Karena pelayanan KB yang diberikan bisa untuk mengontrol warga untuk menciptakan keluarga ideal,” ujarnya.

Isniyati juga menyebut, pada tahun 2015 lalu pencapaian KB baru diwilayahnya sebanyak 10.817 akseptor. Sedangkan Januari-Juni 2016 ini peserta KB baru mencapai 6.327 akseptor. “Mudah-mudahan dengan kegiatan Manunggal ini, akan lebih banyak lagi warga yang ingin ber-KB,” ungkapnya.

Sementara itu, Viona, 38, warga mengaku, sengaja mengikuti progrm KB kesehatan yang diadakan di kantor kecamatan Duren Sawit. Hal itu dilakukan, karena ia tidak ingin lagi menambah momongan. “Sengaja ikut KB soalnya anak saya sudah dua. Kata suami saya cukup,” ujarnya.

Menurut warga Pondok Bambu ini, ia juga ingin mendukung dan menyukseskan program KB yang dicanangkan pemerintah. Terlebih, Viona juga ingin fokus untuk masa depan anak-anaknya. “Ekonominya juga pas-pasan, sudah punya dua saja repot ngurusnya, makanya di stop saja,” ungkap Viona.
(ifand/sir)