Friday, 21 September 2018

Bartender: Dalam Gelas Kopi Tak Ada Lagi Sedotan

Kamis, 21 Juli 2016 — 15:52 WIB
Jessica Kumala Wongso  dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.  (reuters)

Jessica Kumala Wongso dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (reuters)

JAKARTA (Pos Kota) – Sedotan yang digunakan Wayan Mirna Salihin untuk minum es kopi Vietnam belum diketahui bagaimana raibnya. Perempuan cantik itu tewas usai meminum sedikit kopi tersebut di Kafe Olivier.

Johanis, bartender di Kafe Olivier, mengatakan menerima gelas es kopi Vietnam yang sebelumnya diminum Mirna pada 6 Januari 2016. Ia menerimanya dari Agus Triyonom penyaji yang sebelumnya sudah diminta kesaksiannya.

“Dalam gelas sudah tidak ada sedotan lagi,” ujarnya.

Ia mengaku mencium bau kopi yang tak seperti standar di kafe Olivier. Ia menanyakannya pada Rangga, peracik kopi tersebut. Ia mengatakan, ”kenapa kopi lu nggak standar kopi Olivier?”

Rangga, sambungnya, mengambil gelas kopi tersebut. Mencium lalu menaruhnya ke pantri.

Tak lama datang Devi, manajer, yang kemudian mencicipi kopi itu meggunakan sedotan lain. “Dia mencoba pakai sedotan, tapi saya nggak lihat pasti bagaimana dia mencoba. Dia lalu meludahkannya,” ungkapnya.

Selanjutnya, menurut Johanis, Devi memintanya merapikan/wrapping lalu meletakkannya di pantri. Ia juga yang memindahkan ketika air kopi itu diminta Devi untuk dipindah ke dalam botol beling untuk pemeriksaan laboratorium.

(Baca: Kuasa Hukum Lihat Kejanggalan Waktu Pemesanan Kopi dengan Kedatangan Jessica)

Jessica duduk di kursi pesakitan dengan ancaman pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ia datang ke kafe itu lebih dulu lalu memesan es kopi Vietman sesuai keinginan Mirna, teman semasa kuliah di Autralia.

Mirna kemudian tewas setelah minum kopi tersebut. Penyidik Polda Metro Jaya menyebutkan kopi itu mengandung racun sianida. (silaen/yp)