Saturday, 22 September 2018

Cecar Barista, Hakim Anggap Pembuat Kopi Beri Keterangan Berbelit

Kamis, 21 Juli 2016 — 13:53 WIB
Jessica dan kuasa hukum dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Jessica dan kuasa hukum dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

JAKARTA (Pos Kota) – Majelis hakim mencecar barista kali Olivier di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2016). Barista ini dianggap memberi keterangan berbelit.

Barista itu, Rangga Dwi Saputra, terus mendapat pertanyaan terkait pembuatan es kopi Vietnam yang disajikan sesuai pesanan Jessica Kumala Wongso yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin itu.

Hakim berungkali menanyakan soal cara dia membuat kopi. Rangga mengatakan berdasarkan SOP, es dulu dimasukkan baru kopi. Ini juuga yang dilakukannya.

Namun, hakim menyebut saksi Marlon pada hari sebelumnya menyebutkan pembuatan kopi dilakukan dengan memasukkan susu lebih dulu, baru kopi.

Hakim pun meminta jaksa mentebutkan hasil berita acara pemeriksaan. Ternyata dalam pemeriksaan saksi menyebut Rangga memasukkan susu lebih dulu dilanjutkan kopi.

Tak hanya itu, Rangga juga dicecar soal sisa air panas dalam teko. Rangga menyebut sisa air dalam teko dibuangnya. Alasannya, tak ada pesanan kopi Vietnam lagi.

Namun, ketika hakim menanyakan lebih jauh, ia mengatakan teko yang sebelumnya dibawa penyaji Agus Triyono ke meja Jessica diletakkan di meja pantri. Teko itu tak lagi bersisa air.

“Saksi jangan berbohong. Anda katakan tadi setiap teko es kopi Vietnam air panas sisanya dibuang, tapi saksi Marlon bilang air panas itu bisa dipakai lagi. Bagaimana ini?” tanya hakim.

(Baca: Ini 2 Perubahan yang Dilihat Barista pada Kopi yang Menewaskan Mirna)

Hakim lagi kemudian menanyakan apakah semua pegawai mengetahui cara pembuatan kopi atau hanya barista yang tahu. Ia juga diminta untuk mengingat yang dilakukannya pada saat itu, tanggal 6 Januari 2016.

Menjawab hal itu, Rangga mengatakan hanya barista yang tahu cara persisnya, pegawai lain hanya tahu bahannya saja. “Jadi biasanya kalau di teko ada sisa air dibuang, kecuali ada pesanan kopi Vietnam lagi sebab air akan jadi dingin,” katanya.

Sebelumnya, dalam kesaksiannya Rangga mengatakan kopi yang dibuatnya berubah setelah kopi itu membuat Mirna yang meminumnya pingsan. Katanya, warna kopi menjadi seperti kunyit dan berbau seperti powe glue.

Mirna tewas usai meminum kopi tersebut. Belakangan penyidik Polda Metro Jaya menyebut ada racun sianida dalam kopi itu. (silaen/yp)