Sunday, 23 September 2018

Ini 2 Perubahan yang Dilihat Barista pada Kopi yang Menewaskan Mirna

Kamis, 21 Juli 2016 — 12:49 WIB
Jessica Kumala Wongso  dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.  (reuters)

Jessica Kumala Wongso dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (reuters)

JAKARTA (Pos Kota) – Barista di Kafe Olivier mencium aroma dan warna yang berbeda pada es kopi Vietnam yang membuat Wayan Mirna Salihin meregang nyawa.

Hal itu disampaikan Rangga, pembuat kopi di kafe tersebut, pada sidang kasus pembunuhan dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2016).

Dalam sidang itu, Rangga mengaku menyajikan es kopi yang dipesan Jessica itu berdasarkan resep seperti yang biasa dilakukannya. Belakangan ia mengatahui ada yang pingsan di meja 54.

Devi, rekan, mencicipi kopi bermasalah itu dengan menuang kopi dari sedotan ke telapan tangan. Selain itu, Rangga juga mencium aroma kopi tersebut dari gelas.

“Kalau kopi sebelum diaduk itu kan kopi hitam dan susu putih jadi warnanya hitam kecoklatan. Sedangkan kopi ini beda, aromanya juga beda,” jelasnya. “Warna kopinya seperti kunyit.”

Hakim pun meminta Rangga mempraktekkan cara membuat kopi di meja majelis hakim. Di tempat itu terdapat grinder, susu, kopi dan peralatan pembuat kopi lainnya. Rangga kemudian menunjukkan cara membuat kopi.

Rangga juga menjelaskan di kafe itu ada dua barista, yaitu dirinya dan Tegar. Hari itu, ia masuk malam sehingga memakai bahan kopi sisa pagi.

(Baca: Sidang Kopi Maut, Barista: ‘Gara-gara Kopi Lu Ada yang Pingsan’)

Hakim Aristo kemudian menanyakan hasil pemeriksaan psokologis Rangga. Jaksa penuntut umum pun membacakan hasil pemeriksaan psikiater yang menyebutkan Rangga memiliki kepribadian naturan, apa adanya dan terbuka serta pantas menjadi saksi.

Wayan Mirna Salihin tewas usai minum es kopi Vietnam di kafe itu. Belakangan polisi menyebut kopi yang dipesan Jessica itu mengandung racun sianida. (yp)