Tuesday, 20 November 2018

Ini Dia 9 Prajurit Kostrad Penembak Santoso

Kamis, 21 Juli 2016 — 14:51 WIB
raider

JAKARTA (Pos Kota) –Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengapresiasi kerjasama TNI-Polri dalam Satgas Tinombala yang menewaskan Santoso, Senin (18/7). Panglima secara khusus menyebut yang dapat rezeki Batalyon Raider 515 Kostrad dari Tim Alfa 29.

Panglima menyebut Batalyon Raider 515 dapat rezeki karena bisa menewaskan Satoso yang diburu sejak Januari lalu. Tim Alfa 29 terdiri dari sembilan prajurit Kostrad.

Mereka adalah Serda Firman Wahyudi NRP 21120025440392 Danru 2/III/A Yonir R 515/9/2 Kostrad, Praka Yamin NRP 31060407711284 Tabakcuk-2/3/SMS/Bant Yonif R 515/9/2 Kostrad, Praka Semri Lodowik Sila NRP 31071466920987 Tabak SO 1/III/A Yonif R 515/9/2 Kostrad. Pratu I Ketut Triyasa NRP 31100233670190 Taban SO 2/II/A Yonif R 515/9/2 Kostrad, Pratu Ali Imran NRP 31120204861191 Tabakpan 3/3/III/A Yonif R 515/9/2 Kostrad, Pratu Abu Bakar NRP 31120202050591 Tabakpan 3/2/II/A Yonif R 515/9/2 Kostrad, Pratu Donni Irawan NRP 31120061130792 Tabakpan 1/1/II/C Yonif R 515/9/2 Kostrad, Pratu Sharir NRP 31120190900790 Tamucuk 2-2/1/Morse/Bant Yonif R 515/9/2 Kostrad, Pratu Sapanorola Tanikwele NRP 31110264539089 Taban SO 1/III/B Yonif R 515/9/2 Kostrad.

Batalyon Raider 515 berkedudukan di Kecamatan Tanggul, Jember, Jawa Timur. Sebelum bernama Batalyon Raider 515Kostrad, pasukan ini bernama Batalyon Infanteri 515/Ugra Tapa Yudha. Batalyon tersebut berada dibawah komando Brigif 9/Daraka Yudha, Divisi Infanteri 2/Kostrad.

Semula, batalyon ini merupakan satuan organik Kodam VIII/Brawijaya. Berdasarkan surat perintah Pangdam VIII/Brawijaya Nomor : Sprin/416/III/1978 Batalyon Infanteri 515 diubah statusnya menjadi satuan Kostrad.
Pada awal terbentuk tahun 1949 hingga 1952 markasnya di Lawang, Malang. Tapi pada 1952 hingga 1953 pindah ke Rambipuji, Jember. Tahun 1953 hingga 1959 pindah lagi ke Lumajang. Pindah dari Lumajang tahun 1959 hingga 1974 bermarkas di Tanggul, Jember. Tahun 1974 hingga 1978 kembali ke Lumajang dan mulai tahun 1978 kembali di Tanggul, Jember, Jawa Timur hingga saat ini.

Balaiyon Raider 515 memang sering terlibat dalam sejumlah operasi. Sebelum tergabung dalam Satgas Tinombala, bataliyon ini juga terlibat dalam penumpasan RMS di Malluku, DI/TII, Permesta dan operasi Mandala pembebasan Irian Jaya.

Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mengapresiasi tim gabungan TNI Polri dalam Operasi Tinombala tersebut. “Kami berterima kasih kepada Polisi, TNI AD, Marinir TNI AL dan TNI Angkatan Udara atas kinerjanya. TNI AU juga dilibatkan dalam operasi ini, dengan mengerahkan drone yang selalu melihat pergerakan jaringan Santoso,” kata Jenderal bintang empat ini.

Ia menegaskan, keberhasilan operasi bukan hanya untuk tim Batalyon Raider 515 Kostrad, melainkan semua satgas Tinombala. “Ini keterpaduan Tim Satgas Tinombala. Saya bangga dengan tim yang pantang menyerah meski dalam situasi sangat sulit,” kata Panglima TNI.(*/us)