Saturday, 24 August 2019

Kerusuhan Pecah di Prancis Setelah Warga Kulit Hitam Tewas

Kamis, 21 Juli 2016 — 23:32 WIB
Adama Traore, yang tewas di tahanan polisi, berasal dari Beaumont-sur-Oise.

Adama Traore, yang tewas di tahanan polisi, berasal dari Beaumont-sur-Oise.

PRANCIS– Bentrokan berlanjut pada malam kedua di kota Beaumont-sur-Oise, Prancis, setelah tewasnya seorang pria kulit hitam dalam tahanan polisi.

Bom molotov dilemparkan ke arah aparat polisi dan sempat ada upaya untuk membakar balai kota. Delapan orang sudah ditangkap.

Polisi mengatakan Adama Traore menderita serangan jantung, Selasa (19/07) setelah ditahan di kota yang berada di sebelah utara ibu kota Paris tersebut.

Namun keluarga dan teman-temannya mengatakan dia sehat dan ‘dipukuli hingga tewas’. Otopsi dilakukan hari ini, Kamis (21/07).

Tahun 2005 lalu kerusuhan marak di beberapa wilayah Prancis selama beberapa pekan setelah dua remaja tewas karena tersengat listrik ketika bersembunyi di gardu listrik saat lari dari penangkapan.

Kerusuhan berawal pada Selasa malam ketika menyebar berita bahwa pria berusia 24 itu tewas tak lama setelah ditangkap atas dugaan ikut campur dalam penangkapan saudaranya terkait kasus pemerasan, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Jaksa setempat, Yves Jannier, mengatakan Adama ‘pingsan ketika dalam perjalanan’ ke kantor polisi dan petugas medis yang dipanggil tak berhasil menyadarkannya lagi.

Namun saudaranya, Baguy -mengatakan kepada koran Le Parisien- ketika keluar dari mobil polisi yang lain dia menyaksikan Adama tergeletak di lantai dan seorang polisi -dengan percikan darah di bajunya- mengatakan Adama ‘berpura-pura’.

“Kami tahu hal itu akan ditutup-tutupi. Kami tahu jika kami tidak membakar maka tidak akan ada yang terungkap, begitulah perasaan kami,” kata Ornel, pemuda berusia 24 tahun yang ikut dalam aksi kerusuhan.

Dalam bentrokan Selasa malam, lima aparat polisi cedera, sembilan mobil dibakar, dan beberapa bangunan umum dirusak.

Sementara Rabu malam, sekelompok pengunjuk rasa berkumpul di depan kantor polisi dan meneriakkan kata-kata ‘Keadilan untuk Adama’ dan 15 mobil dibakar.(BBC)