Thursday, 23 November 2017

Mental Tommy Sugiarto Bisa Terganggu

Kamis, 21 Juli 2016 — 8:00 WIB
Tommy Sugiarto . (pbsi)

Tommy Sugiarto . (pbsi)

JAKARTA (Pos Kota) – Sepekan jelang keberangkatan tim bulutangkis Indonesia ke Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Tommy Sugiarto yang menjadi andalan di sektor tunggal putra, masih belum menerima haknya secara penuh. Kondisi itu dikhawatirkan bisa mempengaruhi mental Tommy sebelum bertanding pada ajang multievent teresar di dunia tersebut.

Hal itu diungkapkan ayah Tommy, Icuk Sugiarto yang selama ini turut menangani pola latihan yang dijalani pebulutangkis peringkat delapan dunia tersebut.

Menurutnya, selama ini Tommy hanya menerima uang saku dari Satlak Prima. Sementara peralatan, nutrisi, dan lain-lain masih belum diterima. Padahal, tim Bulutangkis Indonesia bakal berangkat pada 27 Juli mendatang untuk menjalani karantina di Brasil sebelum bertanding.

“Selama persiapan Olimpiade, Tommy selalu menggunakan peralatan sendiri. Saya juga gak tahu kemana peralatan yang seharusnya menjadi hak Tommy. Kalau ada yang seharusnya diberikan, tapi kalau tidak ada seharusnya ada konfirmasi. Yang jelas sampai saat ini, Tommy belum menerima peralatan. Selama ini ia hanya menerima uang saku yang diberikan oleh Satlak Prima,” ungkap Icuk Rabu (20/7) kemarin.

PELATNAS TERPISAH

Tommy merupakan satu dari 10 atlet yang dipersiapkan Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) untuk memperkuat tim Merah-putih di Olimpiade Rio 2016. Hanya saja Tommy memilih untuk menjalani pelatnas secara terpisah dari sembilan atlet lainnya. Tommy memilih tempat Icuk Sugiarto Training Camp (ISTC) di Sukabumi, Jawa Barat untuk menjalani pelatnas dengan asuhan Icuk dan pelatih Toto Sunarto.

“Sebagai mantan pemain bulutangkis, saya tahu apa yang dibutuhkan Tommy. Apalagi saya sebagai ayah, tahu betul apa yang menjadi kekurangan serta kelebihan Tommy selama ini. Inilah yang terus saya ‘genjot’ selama ia berada di Sukabumi. Secara teknis tidak ada masalah dalam latihan Tommy di Sukabumi. Begitu juga dengan fisiknya. Sayang, Tommy belum menerima haknya secara penuh. Hal ini dikhawatirkan bisa mempengaruhi mentalnya sebelum bertanding di Olimpiade,” beber juara dunia bulutangkis 1983 itu.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rexy Mainaky mendesak agar Tommy datang ke Pelatnas Cipayung untuk mendapatkan sejumlah kebutuhannya selama berlatih. “Datang silakan, di sini terbuka lebar PBSI itu bukan tempat atau sesuatu yang keramat, saya perlu suplemen datang, kami punya banyak, saya tidak punya waktu untuk itu untuk mendatangi Tommy, saya masih harus mengurus sembilan atlet lainnya,” tambah Rexy. (junius)