Saturday, 22 September 2018

Sidang Kopi Maut, Barista: ‘Gara-gara Kopi Lu Ada yang Pingsan’

Kamis, 21 Juli 2016 — 11:41 WIB
Jessica dan kuasa hukum dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Jessica dan kuasa hukum dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

JAKARTA (Pos Kota) – Sidang kasus pembunuhan dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso berlanjut di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (21/6/2016). Pembuat kopi (barista) es kopi Vietnam menyebut kopi yang menewaskan Mirna sempat dicicipi seorang pegawai lain.

Rangga Dwi Saputra, barista 22 tahun, mengatakan pada 6 Januari menerima pesanan es kopi dari kasir. Ia mengaku membuatnya seperti yang biasa ia lakukan. Selanjutnya, kopi dibawa saksi Agus yang bertugas mengantar kopi.

Agus mengaku tak tahu kejadian di meja 54 yang ditempati Jessica dan dua temannya; Mirna dan Hani, yang datang belakangan. Ia mendengar ada kejadian di meja itu sekitar pukul 17:00.

“Saya denger ada ramai-ramai, ada yang pingsan,” ujarnya. “Taunya ada yang bilang ‘nih gara-gara kopi lu ada yang pingsan’.”

Namun menurutnya, tak ada bahan lain yang ditambahkan. “Iya, ini saya buat (kopi). Tidak ada bahan lain yang masuk ke dalam kopi. Tidak ada tangan jahil juga.”

Menjawab pertanyaan hakim, Rangga mengatakan tak memasukkan apapun ke dalam kopi yang dibuatnya. “Saya yakin seyakin-yakinnya,” ujarnya.

(Baca: Kasus Jessica Justru Membuat Kafe Olivier Kian Laris)

Saksi juga mengatakan Devi, pegawai, mencicipi kopi yang menewaskan Mirna melalui sedotan. “Pas Devi ciicipin bilang, ‘parah nih’. Wrapping,” katanya.

Wayan Mirna Salihin tewas usai meminum es kopi Vietnam tersebut. Belakangan diketahui kopi yang dipesan Jessica itu mengandung racun sianida. (yp)