Friday, 16 November 2018

Suami Menjadi “Bang Toyib” Ternyata Punya WIL di Kafe

Rabu, 27 Juli 2016 — 6:23 WIB
kadrt

SELAMA ini Ajis, 40, dikenal sebagai lelaki rumahan. Tapi belakangan dia jadi “Bang Toyib”, bisa tak pulang ke rumah berhari-hari. Setelah diselidiki oleh Ny. Yanti, 35, ternyata suaminya punya WIL di kafe. Paling menyakitkan, dimintai uang belanja malah WIL suami itu berani menghajar Yanti.

Ternyata lelaki itu di mana saja perilakunya nyaris sama. Asal ada rejeki berlebih sedikit saja, pikirannya sudah macem-macem. Bukan berinvestasi di bidang bisnis, eh malah untuk urusan selangkangan. Kalau tak menikah lagi, minimal punya WIL. Padahal punya WIL ataupun poligami, semuanya merupakan proyek padat modal. Jika rejekinya tak melimpah ruah, bisa kedodoran.

Ajis adalah satu lelaki yang model demikian. Ketika rejeki mulai melimpah, atau sedikit bisa “ngliwet kenthel”, mulai berwacana untuk memiliki istri baru lagi. Dia beralasan, masak kalah sama mobil sip, ban serep jelas-jelas dipamerkan di belakang. Lagi pula, punya bini lebih dari satu akan menjadikan badan lebih bersih dan sehat. Mengapa demikian? Badan jadi sehat, karena sering “olahraga” malam. Tubuh menjadi bersih, karena sering mandi junub.

Belakangan Ajis memang memiliki pandangan baru. Dia adalah Pawiti, 25, gadis yang dikenalnya di kafe. Dia ingin menikahi perempuan itu, sebab dibanding dengan cewek-cewek kafe lainnya, dia nyata benar bedanya, meski tak dicuci dengan sabun Sunlight. Sayang ketika Ajis mendeklarasikan cintanya, dia tak mau diambil sebagai istri definitip. Dia tak mau jadi perempuan yang terikat. Part timer saja cukup, kalau perlu pakai dan bayar, habis perkara.

Gagal deh Ajis poligami. Tapi karena kadung demen sama Pawiti, meski hanya sekedar ngeteng, harus puas. Jadi belakangan kelakuan Ajis jadi mirip sopir angkot, setiap beli rokok hanya dua batang, lalu minumnya kemasan Ale-ale. Wah rasanya nikmat sekali, segerrrrr lagi.

Tapi karena hanya ngeteng terus, anggaran belanja di rumah jadi kedodoran. Gaji sebulan untuk di rumah, separo habis dibuat kencan bersama Pawiti. Dan semakin kecanduan pada goyangan si wanita kafe, Ajis sering jadi seperti lagu dangdut Bang Toyib, sering tidak pulang.

Tentu saja Ny. Yanti istrinya jadi curiga. Wong tempat kerjanya tak terlalu jauh dari rumah, kok sampai tidak pulang. Ada apa gerangan? Tiba-tiba ada yang memberi tahu bahwa Ajis suka mangkal di kafe.

Tentu saja wanita yang tinggal di Sagulung, Batam, ini langsung mengkap-mengkap dadanya. “Kurang ajar, lupa rumah ternyata karena punya gendakan baru.” Maki Yanti.

Beberapa hari lalu dia nekad mendatangi alamat kafe itu. Ternyata betul. Di situ nampak Ajis duduk mesra bersama seorang wanita muda. Dia segera mendatangi pasangan itu. Tapi rupanya Pawiti tersinggung dengan kalimat Yanti yang to the point. Maka dia tak menjawab dengan kata-kata, melainkan langsung main cakar. Ironisnya, Ajis yang salah tingkah tak mencegah perbuatan WIL-nya itu. Justru dia pergi begitu saja bersama WIL-nya tersebut.

Buru-buru Ny. Yanti melapor ke Polsek Sagulung, minta suaminya ditangkap dengan mengusung pasal KDRT. “Tangkap suami saya Pak, karena dia tak melindungiku saat dicakar WIL-nya.” Kata Yanti berapi-api pada polisi.

Yang keras kan WIL-nya, bukan suamimu Mbak? (JPNN/Gunarso TS)