Monday, 27 May 2019

Korupsi Rp 41,4 Miliar, PNS Pemkot Jakarta Barat Dibui

Kamis, 28 Juli 2016 — 19:22 WIB
*Illustrasi

*Illustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Lagi, Kejaksaan Agung menahan dua tersangka kasus pengerjaan proyek Penanganan Banjir pada Suku Dinas Pekerjaan Umum (Sudin PU) Tata Air Jakarta Barat tahun 2013. Diduga kerugian negara sekitar Rp41,4 miliar.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Muhammad Rum menyatakan penahanan lanjutan terhadap tersangka ini, sebagai bentuk komitmen Pimpinan Kejaksaan Agung dalam pemberantasan korupsi.

“Mereka ditahan selama 20 hari sejak hari ini sampai 8 Agustus mendatang dan dapat diperpanjang sesuai kepentingan penyidikan. Mereka ditahan di Rutan Salemba cabang Rutan Kejaguyng,” kata Rum di Kejagung, Kamis (28/7).

Kedua tersangka itu, adalah Yoyo Suryanto (staf pembuat SPJ) dan Ahmad Mawardy (staf pembuat SPJ) .

Pekan lalu, telah ditahan lima tersangka, terdiri Hery Setyawan selaku pejabat pembuat Surat Pertanggungjawaban (SPJ), Raden Sugiyarto sebagai Kepala Seksi (Kasi) Kecamatan Kebon Jeruk, Heddy Hamrullah sebagai Kasi Kecamatan Cengkareng, Eko Prihartono sebagai Kasi Kecamatan Grogol, dan Subari selaku Kasi Kecamatan Kembangan.

PENANGANAN BANJIR

Penahanan delapan tersangka ini bagian dari pengembangan tiga tersangka sebelumnya, yang kini tengah diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Ketiga tersangka dimaksud, adalah Kepala Sudin PU Tata Air Jakarta Barat, yakni Monang Ritonga, Pamudji dan Wagiman.

Proyek kegiatan Swakelola pada Sudin PU Tata Air Jakbar didanai dari APBS dan APBD-P (Perubahan) DKI, 2013 sekitar Rp92,2 miliar.

Dalam pelaksanaannya anggaran itu langsung dipotong dan diduga langsung dibagi bertiga ke Monang, Pamudji dan Wagiman.

Modus serupa juga terjadi di Sudin PU Tata Air Jakarta Timur dan telah ditetapkan tiga tersangka dan belum ditahan.

Sedangkan proyek serupa, di Sudin PU Tata Air Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara tengah dalam proses penyelidikan. Diperkirakan tidak lama lagi akan ditingkatkan ke penyidikan. (ahi)