Sunday, 16 December 2018

Buka MTQ, Jokowi Berharap Negara Lain Belajar Islam dari Indonesia

Sabtu, 30 Juli 2016 — 22:32 WIB
Presiden Jokowi bersama Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dan Gubernur NTB TGH Zainul Majdi (ist)

Presiden Jokowi bersama Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dan Gubernur NTB TGH Zainul Majdi (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-26 dan Konferensi Islam Internasional Washatiyyah di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (30/7/2016).

Pembukaan MTQ dilangsungkan di Astaka Utama Islamic Centre yang dihadiri 1.200 peserta yang berasal berbagai provinsi di Indonesia. Kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya mengawali acara yang dimulai sekitar pukul 20.00 WITA.

Jokowi hadir bersama dengan Ibu Negara, Iriana Joko Widodo. Hadir pula sejumlah menteri di antaranya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Mendagri Tjahjo Kumolo, Mensesneg Pratikno dan lainnya, termasuk Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi.

Dalam sambutannya, Presiden menggarisbawahi bahwa sudah saatnya Indonesia menjadi sumber pemikiran Islam dunia, menjadi sumber pembelajaran Islam dunia. “Negara-negara lain harus juga melihat dan belajar Islam dari Indonesia karena Islam di Indonesia itu sudah seperti resep obat yang paten, yaitu Islam Washatiyyah, Islam Moderat. Sedangkan negara-negara lain masih mencari-cari formulanya,” kata Jokowi.

Untuk itulah, Presiden telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2016tentang pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia. “Harapan saya, Universitas ini akan menjadi sumber ilmu Islam, sumber cahaya moral Islam, dan benteng bagi tegaknya nilai-nilai Islam yang berkeseimbangan (tawasun), Islam yang toleran (tasamuh), dan Islam yang egaliter (musawah),” pesan Jokowi.

Presiden berharap MTQ yang telah membudaya tersebut dapat terus berkembang dalam segala aspek. Selain itu, penyelenggaraan agenda rutin tersebut diharapkan mampu mewarnai wajah umat Islam dan bangsa Indonesia.

“Saya memiliki harapan, MTQ yang telah membudaya di tengah masyarakat kita, selain berkembang dari segi syiar dan kualitas penyelenggaraannya, juga dapat mewarnai wajah umat Islam dan bangsa Indonesia,” ucap Jokowi.

Presiden mengingatkan agar MTQ Nasional harus mampu membumikan Alquran sehingga lebih mudah dipahami masyarakat. “Tujuan dan makna kegiatan MTQ, prestasi adalah yang utama. Namun yang lebih utama lagi adalah syiar dan dakwah tentang bagaimana membumikan Alquran. Harus menjadikan Alquran sebagai napas kita, sebagai pegangan hidup kita yang hakiki dan sebagai kepribadian kita,” ucap Presiden.

Dalam kesempatan itu, Jokowi sekaligus membuka Konferensi Internasional Islam Washatiyyah, dan meningkatkan penghayatan, kecintaan dan pengamalan ajaran Islam yang rahmatan lil-alamin.

MTQ ini sedikitnya diikuti oleh 1.200 peserta dari 34 Provinsi di Indonesia. Seluruh peserta akan mengikuti MTQ yang terbagi dalam 7 cabang dan 18 golongan musabaqah. Ketujuh cabang tersebut adalah Tilawah Alquran, Hifzh Alquran, Tafsir Alquran, Fahm Alquran, Syarh Alquran, Khath Alquran, dan Menulis Makalah Ilmiah Alquran (M2IQ).

Adapun 18 golongan lomba terdiri dari: enam golongan cabang tilawah Alquran (dewasa, remaja, anak-anak, tartil, cacat netra, serta qiraah sabah); lima golongan cabang Hifzh Alquran (1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz), tiga golongan cabang Tafsir Alquran (Bahasa Indonesia, Bahasa arab, dan Bahasa Inggris), serta empat golongan cabang Khath Alquran (naskah, hiasan mushaf, dekorasi, dan kontemporer).
(johara/yp)

  • endun

    Belajar dari tanjung balai juga kalau begitu..