Saturday, 23 September 2017

Kader PKK Harus Akif Ajak Perempuan Deteksi Dini Kanker

Sabtu, 30 Juli 2016 — 11:08 WIB
Dokter dari Puskesmas Senen saat menjelaskan kepada kaum ibu tentang papsmears dan IVA. (Ist)

Dokter dari Puskesmas Senen saat menjelaskan kepada kaum ibu tentang papsmears dan IVA. (Ist)

Deteksi dini kanker serviks bisa dilakukan gratis di Puskesmas dan rumah sakit yang ada di DKI Jakarta. Karena itu setiap perempuan yang telah menikah sebaiknya secara rutin melakukan deteksi dini kanker serviks baik dengan metode IVA maupun papsmear.

“Nggak usah takut. Semakin dini ditemukan, maka pengobatannya akan semakin mudah,” kata Siti Maesaroh, kader PKK Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat saat mengikuti kegiatan deteksi dini kanker serviks di Puskesmas Kecamatan Senen kemarin. Kegiatan yang digelar BPJS Kesehatan wilayah Jakpus tersebut dihadiri oleh Sekko Jakpus Zaenal.

Maesaroh mengatakan masih banyak perempuan yang takut melakukan IVA maupun papsmear. Mereka takut bukan karena papsmear sakit, tetapi lebih pada takut diketahui adanya sel kankernya. “Itu takut yang tidak pada tempatnya. Justeru kalau ketahuan sejak awal malah gampang diobati,” tambahnya.

Senada juga dikatakan Bona Evita, Kepala BPJS Kesehatan cabang Jakpus. Papsmears dan IVA adalah metode yang paling mudah untuk mendeteksi kanker rahim sejak dini. Bisa dilakukan oleh setiap perempuan dengan cara cepat dan mudah. “Kami melakukan deteksi dini kanker serviks mengingat kasusnya dari tahun ke tahun terus meningkat,” katanya.

Kanker serviks lanjutnya menjadi jenis kanker yang memiliki angka kematian cukup tinggi setelah kanker payudara pada perempuan. Itu sebabnya Pemkot Jakpus bekerjasama dengan BPJS Kesehatan cabang Jakpus berupaya memberikan pelayanan papsmears dan IVA kepada semua perempuan yang memiliki kartu JKN secara Cuma-Cuma di setiap puskesmas maupun rumah sakit yang ada di Jakpus.

Sementara itu Zaenal, Sekko Jakpus mengatakan kader PKK menjadi kunci terdepan untuk ikut mensosialisasikan pentingnya deteksi dini kanker ini. “Kami minta kader PKK lebih aktif untuk megedukasi masyarakat terkait bahaya kanker baik  baik kanker payudara maupun kanker serviks,” katanya.

Dengan wilayah kerja hingga ke akar rumut, RT/RW maka kader PKK menurut Zaenal memiliki peran yang strategis untuk mengajak lebih banyak lagi perempuan melakukan papsmears maupun IVA secara rutin setiap tahun. (inung/win)