Monday, 16 September 2019

Sekolah Kharisma Bangsa Akui Gurunya Banyak dari Turki

Sabtu, 30 Juli 2016 — 1:06 WIB
uasana sekolah Kharisma Bangsa Boerding School di Pondok Cabe Udik tetap belajar dan mengajar. (anton)

uasana sekolah Kharisma Bangsa Boerding School di Pondok Cabe Udik tetap belajar dan mengajar. (anton)

TANGERANG (Pos Kota) – Kegiatan belajar dan mengajar serta aktivitas di sekolah Kharisma Bangsa Boerding School di kawasan Pondok Cabe Udik, Pamulang Tangertang Selatan tetap berjalan normal dan seperti biasanya tanpa terpengaruh dengan adanya isu dengan kasus politik di Turki.

“Ngak ada masalah kegiatan belajar dan mengajar tetap berlangsung karena kegiatan kami dibidang pendidikan bukan politik,” kata Kepala Sekolah Kharisma Bangsa, Sutrisno kepada wartawan, Jumat (29/7).

Sutrisno mengaku sama sekali tak ada kaitannya dengan isu politik yang terjadi di Turki. Ia juga membantah bila lembaga pendidikannya ada kaitan dengan organisasi teroris fethullah (FETO) yang ada di Turki. Sekolah itu berada di bawah yayasan Kharisma Bangsa milik Indonesia walaupun awalnya ada jalinan kerja sama dengan yayasan Fasyat.

“Memang kegiatan belajar dan mengajar di sini kebanyakan guru asing yang berasal dari Turki,” tuturnya untuk kaitan dengan FETO secara formal maupun informal sama sekali tak ada kaitannya.

Sebelumnya Kedutaan Besar Turki meminta kerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk menutup sembilan sekolah dan salah satunya sekolah yang ada di Jalan Raya Terbang Layang, Pamulang, Kota Tangsel karena diduga terlibat dengan tokoh kudeta yang terjadi di Truki belum lama ini. (anton)

  • Vincent Liem

    Cara jahat untuk mempertahankan kekuasaan dan harta dengan niat memecat guru2 yang tidak bersalah dan bergaji kecil